Makam Kuno Kapitan Tionghoa Ditemukan Terbengkalai di Indramayu, Begini Kondisinya

Sebuah makam kuno kembali ditemukan terbengkalai di Kabupaten Indramayu, diketahui makam tersebut merupakan seorang Kapitan

Makam Kuno Kapitan Tionghoa Ditemukan Terbengkalai di Indramayu, Begini Kondisinya
Tribun Cirebon.com/Handhika Rahman
Makam Kapiten asal Tionghoa beserta istrinya yang terletak di samping kiri atau sisi selatan belakang rumah warga bekas bangunan Pabrik Penggilangan Padi era Hindia Belanda (Rijstpellerij) di Blok Sekober, Lemah Abang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu (4/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebuah makam kuno kembali ditemukan terbengkalai di Kabupaten Indramayu, diketahui makam tersebut merupakan seorang Kapitan asal Tionghoa beserta istrinya.

Makam Cina ini terletak di samping kiri atau sisi selatan belakang rumah warga bekas bangunan Pabrik Penggilingan Padi era Hindia Belanda (Rijstpellerij) di Blok Sekober, Lemah Abang, Kecamatan Indramayu.

Pantauan Tribuncirebon.com, di luas petak sekitar 2x3 meter itu hanya terdapat satu makam. Namun, ukuran dari makam ini sangat besar dan lebar, diduga selain Kapiten Tionghoa, istrinya juga dikubur bersamaan di dalamnya.

Ironisnya lagi, area makam Tionghoa ini benar-benar menempel pada tembok bangunan pabrik dan hanya dilindungi oleh tembok melingkar juga rimbunnya pohon bambu.

Walau demikian, beruntung tulisan kanzi yang tergurat pada nisan atau yang umum disebut bongpay ini masih terawat dan terlihat jelas.

Selain itu, tidak jauh dari area makam juga terdapat bongpay lainnya dengan ukuran lebih kecil.

Kerkhof di Indramayu Kini Jadi Sawah, Masih Ada 9 Makam, Tinggal 1 yang Terlihat Masih Utuh

Makam Mayor Tan Tjin Kie Hilang dan Kini Jadi Perumahan Warga Dukuhsemar Cirebon

Diyakini bahwa yang terkubur di dalamnya adalah harta peninggalan dari Kapiten Tionghoa ini, sebagaimana keyakinan masyarakat Tionghoa bahwa harta benda yang ikut dikuburkan akan menjadi bekal bagi arwah yang telah meninggal.

Menurut Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy Mushasy, dahulu Kapiten Tionghoa ini beserta istri merupakan tokoh penting pada eranya, mereka tercatat meninggal sekitar tahun 1775 silam.

Diceritakan dia, pada zaman dahulu, Sungai Cimanuk merupakan salah satu akses transportasi perdagangan dari luar Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved