Driver Grab Majalengka Protes Tak Bisa Layani Orderan di BIJB Kertajati, Ternyata Ini Penyebabnya

Beberapa mitra taxi online dari salah satu aplikator Grab mengeluhkan perihal tidak dapatnya menerima order di BIJB Kertajati

Moneysmart.id
Ilustrasi logo Grab 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Beberapa mitra taxi online dari salah satu aplikator Grab mengeluhkan perihal tidak dapatnya menerima order di BIJB Kertajati, Jumat (2/8/2019).

Hal ini disampaikan Ketua taxi online Grab Majalengka, Sati Magalu. Ia mengatakan, dirinya beserta para anggota perkumpulan Grab Majalengka tidak dapat menerima order yang dipesan oleh para penumpang di Bandara Kertajati.

Hal itu dikarenakan adanya sistem kontrak yang dilakukan oleh manajemen Grab dengan pihak Bandara. Untuk itu, penerimaan order hanya bisa dilakukan oleh driver yang terdaftar dalam sistem kontrak tersebut.

"Memang sih, ketika saya tanya ke pihak Grab secara internal, mereka sudah menjawab bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak Bandara, maka dari itu hanya driver yang terdaftar yang dapat menerima order. Namun permasalahan yang kami keluhkan itu driver yang terdaftar semuanya dari domisili Bandung, harusnya kan kami sebagai masyarakat lokal," ujar Sati, Jumat (2/8/2019).

Ini Tarif Baru Ojek Online Sejak Diberlakukan per 1 Juli 2019

Mahasiswi Ini Lulus Predikat Cumlaude, Sehari-hari Nyambi Sopir Grab dan Guru Les Privat

Sati menjelaskan, begitu masuk ke area Bandara, aplikasi Grab yang berfungsi untuk menerima order tiba-tiba tidak aktif, seperti terblok.

Padahal, menurut Sati saat posisinya berada di luar area Bandara, aplikasi itu tidak terjadi apa-apa alias berfungsi dengan baik.

"Bahkan pernah masuk ke area bandara sambil mengecek dan sengaja bersantai, eh malah dikejar dan dipertanyakan oleh para penjaga yang dikawal dari Polsek setempat malah disangka mau membuat keributan," ucapnya.

Oleh sebab itu, mereka ingin meminta bantuan ke Bupati Majalengka untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Kami ingin Bupati lebih memprioritaskan kami sebagai driver asli Majalengka untuk dapat mengambil order atau mengambil penumpang dari Bandara Kertajati," kata Sati. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved