7 Rekomendasi PSSI untuk Panpel PSM Saat Leg 2 Final Piala Indonesia PSM vs Persija di Makassar

PSSI memberikan beberapa rekomendasi kepada panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar menjelang final Piala Indonesia leg kedua

7 Rekomendasi PSSI untuk Panpel PSM Saat Leg 2 Final Piala Indonesia PSM vs Persija di Makassar
ISTIMEWA
Final Piala Indonesia Persija Jakarta Vs PSM Makassar 

6. Terkait penonton, tidak diperkenankan untuk membawa tongkat dan spanduk ke dalam stadion.

7. Pihak panpel juga harus bisa menjamin bahwa tidak akan ada penonton yang diperkenankan memasuki lapangan sejak, sebelum, selama, dan sesudah pertandingan.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria percaya bahwa Panpel PSM dapat menjalankan rekomendasi PSSI. Ia menyatakan PSSI yakin bahwa Panpel PSM Makassar selaku penanggung jawab utama pertandingan akan memenuhi kewajiban untuk melaksanakan rangkaian pertandingan dari H-2 hingga H+1 dengan aman dan nyaman.

PSSI juga mengapresiasi kerja sama pihak kepolisian dan unsur keamanan lainnya dalam menyukseskan pelaksanaan pertandingan. Sebagai informasi, kasus pelemparan bus pemain Persija terjadi pada Sabtu (27/7/2019), atau sehari sebelum pertandingan.

Ketika itu, pemain Persija baru saja selesai berlatih di Stadion Mattoangin. Di sisi lain, ketika itu, di sekitar stadion ada kerumunan calon penonton yang tak kebagian tiket yang dijual secara offline.

Sebagian kecil dari mereka inilah yang diyakini menjadi pelaku pelemparan terhadap bus Persija. Tak hanya itu, menjelang laga, Panpel PSM juga membuat tribune sementara yang tujuannya menambah kapasitas stadion.

CEO Persija Ferry Paulus secara terang-terangan menyebut adanya ketidakcakapan dari Panpel PSM. Akibat ketidakcakapan panpel PSM, pihak Persija merasakan ketidaknyamanan selama berada di Makassar pada beberapa waktu lalu.

"Persija menganggap adanya ketidakcakapan dari panitia penyelenggara dalam menjamu kami. Banyak yang tidak baik," ucap Ferry Paulus saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

"Kami mengalami berbagai tekanan, mulai dari visual, lalu adanya petasan di hotel pada pukul 12 malam dan setengah 2 malam. Intinya memberikan pressure keberadaan kami di Makassar."

Ferry melanjutkan, awalnya pemain Persija dan kru tidak ambil pusing dengan adanya teror petasan dan sejenisnya. Meski ada teror itu, kata Ferry, pemain Persija masih bisa rileks dan beristirahat dengan nyaman.

Halaman
123
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Wow
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved