Breaking News:

Video! Bocah Ini ke Sekolah Pakai Baju Kotor, Senang Saat Gurunya Belikan Kebutuhan Sekolah Untuknya

Video! Bocah Ini ke Sekolah Pakai Baju Kotor, Senang Saat Gurunya Belikan Kebutuhan Sekolah Untuknya

ISTIMEWA
Menyedihkan! Bocah Berusia 7 Tahun di Kuningan Bersekolah Tanpa Pakaian Layak dan Tanpa Alask Kaki. 

Saat malam tiba, mereka bertahan hidup gelap gulita selama beberapa tahun dan baru mendapatkan sedikit aliran listrik belum lama ini. 

Bapak kandung Jodi, telah meninggal dunia beberapa tahun lalu karena terserang penyakit. Sementara ibu kandungnya, Ita, sudah kembali berkeluarga.

Lima orang itu, Jodi, Sati, Rakun, Dayat, dan Mulya, tinggal di satu rumah. Ada tiga ruang di dalamnya. Masing-masing ruang hanya disekat menggunakan tripleks. Tidak ada besi, tetapi kayu untuk penyangga tiap sudut rumah dan plafon.

Bagian atap yang berbahan genteng bercampur asbes pun banyak yang tampak rusak. Angin dan air pada saat musim hujan mudah masuk hingga menggenangi permukaan lantai tiap ruang. Terlebih kamar tidur Jodi yang dekat dapur.

Namun, bukan dapur seperti umumnya, melainkan ruang kecil beralaskan tanah untuk menyimpan tumpukan bata menyerupai tungku dan beberapa potong kayu bakar untuk memasak.

Demi Tak Tertidur Saat Kerjakan PR, Bocah Ini Nekat Tancapkan Jarum ke Penis

 Andalkan bantuan untuk bertahan hidup Selama 12 tahun, Rakun dan Sati menjaga anak cucunya di rumah sederhana itu. Setiap hari, mereka harus saling berbagi kesempatan istirahat di dalam bangunan seluas sekitar 3 X 6 meter persegi.

Rakun seorang diri yang menjadi tulang punggung keluarga. Dia pun berkerja serabutan dengan penghasilan yang jauh dari kebutuhan. Selama ini mereka hanya mengandalkan bantuan pemerintah setiap bulan untuk dapat makan nasi.

"12 tahun di sini. Pokoknya kerja apa aja yang ada untuk makan. Jadi ga ada punya kerjaan yang matok. Makan pun seadanya, kalau asin ya asin (ikan asin), kalau garam ya hanya garam, kalau cabe, ya cabe, ya gitulah," kata Rakun kepada Kompas.com di rumahnya.

Kondisi itu membuat Rohayatun, salah satu guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margabakti, Kecamatan Kadugede, merasa prihatin.

Dia tidak tega melihat kondisi Jodi yang penuh keterbatasan. Rohayatun menceritakan awalnya Jodi sering main ke sekolah menggunakan pakaian bermain yang kotor setiap pagi. Dia tidak punya sandal sehingga selalu telanjang kaki.

Halaman
123
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved