PT KAI Berlakukan Aturan Baru untuk Tarif Reduksi Bagi Lansia, TNI/Polri, Hingga Wartawan

PT KAI menerapkan kebijakan baru untuk calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket kereta dengan tarif reduksi

PT KAI Berlakukan Aturan Baru untuk Tarif Reduksi Bagi Lansia, TNI/Polri, Hingga Wartawan
TribunCirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Ilustrasi - Sejumlah calon penumpang menunggu kedatangan kereta api di Stasiun Cirebon, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Cirebon, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - PT KAI menerapkan kebijakan baru untuk calon penumpang yang ingin mendapatkan tiket kereta dengan tarif reduksi. Pasalnya, kini mereka harus melakukan registrasi terlebih dahulu sebelum menggunakan kereta api.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Kuswardoyo, mengatakan, kebijakan tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai 1 September 2019. Menurut dia, calon penumpang yang berhak atas tarif reduksi, di antaranya, lansia, TNI, Polri, LVRI, dan wartawan.

"Untuk registrasinya bisa dilakukan mulai 1 Agustus 2019 di customer service Stasiun terdekat," kata Kuswardoyo saat ditemui di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Selasa (30/7/2019).

Jika di stasiun tersebut tidak memiliki layanan customer service, maka registrasi bisa dilakukan di loket stasiun yang melayani perjalanan KA Jarak Jauh.

Ia mengatakan, syarat registrasi ialah calon penumpang harus membawa bukti identitas asli atas hak reduksi yang masih berlaku. Selain itu, registrasi juga dapat diwakilkan dengan syarat tambahan, yakni membawa pas foto terbaru penumpang yang akan didaftarkan.

Reaktivasi Jalur Kereta Api Rancaekek-Tanjungsari Sudah Dilakukan, Jika Rampung Lanjut ke Kertajati

Pemkab Indramayu dan Dirjen Kereta Api Kemenhub Jalin Kerjasama, Ini 4 Program Yang Akan Dilakukan

"Registrasi dilakukan paling lambat tiga jam sebelum jadwal keberangkatan KA," ujar Kuswardoyo.

Ia mengatakan, registrasi tersebut cukup dilakukan sekali saja hingga berakhirnya masa reduksi penumpang yang bersangkutan.

Pasalnya, sebelumnya penumpang yang berhak atas tarif reduksi harus menyertakan fotokopi identitas di setiap transaksi di loket.

Saat ini, penumpang tarif reduksi cukup menyebutkan nama, nomor HP, ataupun nomor identitas, tanpa menyertakan fotokopi identitas lagi. Jika masa reduksi sudah habis dan menginginkan hak reduksi kembali, maka wajib dilakukan registrasi ulang. Misalnya, PKS antara TNI/Polri dengan KAI yang habis masa berlakunya, atau surat tugas bagi wartawan.

"Kami berharap kebijakan baru ini membuat masyarakat yang berhak mendapat tarif reduksi semakin dimudahkan dalam melakukan perjalanan menggunakan kereta api," kata Kuswardoyo. (*)

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved