Breaking News:

Banyak Uang Rupiah Digunakan untuk Mahar Pernikahan, Ternyata Ini Sanksinya Kata Bank Indonesia

menggunakan uang untuk mahar. Karena saat membuat mahar sendiri, uang rupiah tersebut biasanya dilipat-lipat sedemikian rupa

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
istimewa
Ilustrasi - Uang Mahar 

TRIBUNCIREBON.COM - Merusak uang Rupiah bisa kena pidana dan dendahingga Rp1 miliar? Ya benar.

Mungkin banyak masyarakat yang belum mengerti akan hal ini sehingga banyak orang melakukan tindakan yang dianggap biasa, padahal hal itu suda termasuk dalam merusak uang rupiah itu sendiri.

Salah satunya menggunakan uang untuk mahar. Karena saat membuat mahar sendiri, uang rupiah tersebut biasanya dilipat-lipat sedemikian rupa untuk menjadikannya sebuah bentuk yang diinginkan.

Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kualitas uang rupiah antara lain dengan tidak menjadikannya sebagai mahar dalam acara pernikahan.

Pasalnya sebagai mahar, seringkali uang tersebut dibentuk menjadi berbagai macam rupa sehingga berpotensi merusak kualitasnya.

Terungkap, Ini Sosok Pria yang Menikahi Bripda Iin Ariska dan Beri Mahar Fantastis, Eks Caleg Parpol

Demi Uang Rp 3 Juta, Seorang Mahasiswi Pamer Dada, Ternyata Malah Jadi Korban Pemerasan

"Mahar dengan uang rupiah yang dibentuk bermacam-macam bisa merusak kualitas uang tersebut," kata Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah, Layanan, dan Administrasi Kantor Perwakilan BI Surakarta Bakti Artanta di Solo, Jawa Tengah, Senin (29/7/2019).

Dia mengatakan, jika dalam pembuatan mahar tersebut ternyata tidak merusak kualitas uang rupiah maka tidak masalah.

"Tetapi permasalahannya kan dalam pembuatan mahar selama ini uang rupiah yang digunakan selalu dilipat, distaples, bahkan dilem."

"Ini yang tidak boleh karena dapat merusak uang tersebut, khususnya uang kertas," ucapnya.

Menurut dia, dari sisi hukum akan ada sanksi yang dikenakan oleh pelanggar, yaitu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Larangan Masyarakat Untuk Merusak Uang Kertas.

"Mereka yang kedapatan merusak uang rupiah dapat dikenakan ancaman pidana 5 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar," katanya.

Sebagai alternatif untuk mahar dengan menggunakan uang kata dia, BI sudah menyiapkan uang sendiri.

"Uang itu biasanya berbentuk unik karena masih utuh dalam wujud dua atau tiga lebar yang belum dipotong," sebutnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bank Indonesia Imbau Hindari Uang Rupiah sebagai Mahar Pernikahan, Bisa Didenda Rp 1 Miliar, https://www.tribunnews.com/bisnis/2019/07/30/bank-indonesia-imbau-hindari-uang-rupiah-sebagai-mahar-pernikahan-bisa-didenda-rp-1-miliar.

Editor: Fajar Anjungroso

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved