Breaking News:

Masyarakat di Indramayu Gunakan Ban Bekas Sebagai Alat Pemecah Ombak untuk Kurangi Dampak Abrasi

Masyarakat di Indramayu Gunakan Ban Bekas Sebagai Alat Pemecah Ombak untuk Kurangi Dampak Abrasi

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Alat Pemecah Ombak dari bahan ban bekas di Kawasan Hutan Mangrove Pabean Udik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu (28/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Permasalahan abrasi hingga saat ini masih menjadi persoalan bagi masyarakat pesisir di sekitaran pantai Kabupaten Indramayu.

Mengingat panjang garis pantai Kabupaten Indramayu sangatlah panjang, yakni 114,1 kilometer.

Seorang pengurus Rumah Berdikari Karangsong, Sutarjo megatakan, dalam kegiatan Sehari di kawasan Hutan Mangrove di Desa Pabeanudik, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu dirinya ingin mengajarkan kepada para peserta bagaimana memasang alat pemecah ombak untuk mengurangi dampak dari abrasi.

Uniknya, alat pemecah ombak itu bukanlah menggunakan bebatuan sebagaimana umumnya, melainkan menggunakan ban bekas dengan berdiameter besar.

Budidaya Kepiting Tembakau Akan Dikembangkan di Kawasan Hutan Mangrove Indramayu

"Pakainya ban-ban mobil, lalu dipatok," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (28/7/2019).

Menurutnya, pemasangan alat pemecah ombak menggunakan ban bekas jauh lebih efektif ketimbang menggunakan batu yang memerlukan biaya besar dalam pengadaannya.

Dijelaskan dia, seiring berjalannya waktu, batu-batu pasti akan habis terkikis oleh terjangan ombak.

Lain halnya dengan ban yang berbahan dasar karet yang dirasa jauh lebih awet. Lanjut dia, pada ban-ban itu nantinya akan ditumbuhi juga oleh terumbu karang sehingga akan semakin kokoh dalam menahan derasnya ombak.

"Kita upayanya sekarang baru kurang lebih 3.000 meteran tapi kita akan terus lakukan," ujar dia.

Sering Timbul Mata Panda? Ternyata Ini Penyebab Timbulnya Kantung Mata & Cara Menghilangkannya

Selain itu, dirinya menilai dengan menganti alat pemecah ombak menggunakan ban bekas menjadi solusi dalam mendaur ulang limbah menjadi lebih memikiki nilai guna.

Dirinya berharap inovasi yang dilakukannya itu, dapat menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain.

"Khususnya daerah yang memiliki kondisi sama seperti ini seperti Indramayu," kata Sutarjo.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved