GEGER, Ular Piton, Babi Hutan dan Monyet Masuk Perkampungan di Kabupaten Bandung, Diduga Kelaparan

Musim kemarau seperti sekarang, ketersediaan pakan jadi berkurang, secara alami juga hewan akan berusaha mencari kenyamanan

TRIBUNNEWS
Ilustrasi babi hutan masuk perkampungan mencari makanan. 

TRIBUNCIREBON.COM, SOREANG - Dalam beberapa pekan terakhir, sedikitnya tiga kejadian hewan liar masuk permukiman warga di Kabupaten Bandung. Mulai ular piton berukuran besar, babi hutan hingga monyet ekor panjang.

Berdasarkan informasi yang Tribun himpun, kejadian pertama adalah adanya ular piton berukuran besar di Kecamatan Ciparay. Kemudian peristiwa kedua turunnya seekor monyet ekor panjang ke permukiman warga di Kecamatan Majalaya.

Terakhir, pekan lalu seekor babi hutan yang juga berukuran besar sempat menggegerkan warga Cileunyi karena babi hutan tersebut masuk ke permukiman warga di Kecamatan Cileunyi.

VIDEO: Ular Sanca Telan Buaya Tanpa Ampun, Sebelumnya Sempat Bergulat, Buaya Kalah Telak

Ingin Rumah Anda Terbebas dari Tikus? Nih 4 Cara Ampuh Usir Hewan Menjengkelkan itu, Dijamin Minggat

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ammy Nurwati, mengatakan kejadian masuknya satwa liar ke permukiman warga atau turun gunung ini sudah sering terjadi. Hal tersebut disebabkan oleh ketersediaan makanan satwa tersebut.

"Sebetulnya keluarnya satwa dari habitatnya itu terjadi karena kekurangan pakan," tutur Ammy saat pelepasliaran Owa Jawa di Cagar Alam Patenggang, Rancabali, Kabupaten Bandung, Kamis (25/7/2019).

Ditambah memasuki musim kemarau panjang sehingga kekurangan pakan sangat dimungkinkan terjadi di habitat satwa liar. Satwa liar masuk ke permukiman untuk mencari makanannya.

"Musim kemarau seperti sekarang, ketersediaan pakan jadi berkurang, secara alami juga hewan akan berusaha mencari kenyamanan," tuturnya.

Barbie Kumalasari Ngaku Jadi Advokat, Presiden Kongres Advokat Indonesia: Dia Bukan Anggota Kita

Abash, Pacar Lucinta Luna Disapa Warganet dengan Sebutan Hai Cantik, Sebut Nama Ester, Siapa?

Permukiman masyarakat di pinggiran hutan, menjadi sasaran satwa liar karena banyak terdapat areal pertanian dan perkebunan yang juga menjadi sumber makanan hewan ketika di habitatnya ketersediaan makanan berkurang.

"Ini juga menjadi bahan monitoring kami untuk mengidentifikasi kebutuhan makanan hewan di kawasan habitatnya," ujarnya.

Ammy mengimbau jika masyarakat menemukan adanya satwa liar yang masuk ke permukiman, diimbau untuk segera melapor kepada BBKSDA.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved