Dulu Berjasa untuk Indramayu, Kini Makam Pangeran Anggasara Indrajati Tak Terurus dan Memprihatinkan

Situs bersejarah Makam Pangeran Anggasara Indrajati meski masih terjaga, tapi kondisinya sangat memprihatinkan.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Makam Pangeran Anggasara Indrajati yang di belakang kantor Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu dalam kondisi terbengkalai, Jumat (19/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Situs bersejarah Makam Pangeran Anggasara Indrajati meski masih terjaga, tapi kondisinya sangat memprihatinkan.

Padahal, lokasi makam tersebut berada di belakang kantor Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Pantauan Tribuncirebon.com di lokasi, makam dengan panjang sekitar 3 meter itu sudah tidak utuh lagi, bahkan banyak bongkahan batu dipinggiran makam tersebut.

Ironisnya, akses menuju makam ini pun turut memprihatinkan karena harus melewati gang sempit samping kelurahan. Bahkan untuk penanda bahwa makam tersebut merupakan makam salah satu sosok yang berjasa di Kabupaten Indramayu pun tidak ada.

30 Persen Sekolah Dasar di Indramayu Kondisinya Rusak, Ini Kata Disdik Indramayu

Arkeolog Temukan Struktur Batu Sisa Bangunan Candi Ronggeng dan Yoni

Seorang penjaga makam, Rd. Agus Soewignyo (83) mengatakan, Pangeran Anggasara Indrajati dahulunya merupakan seorang pendatang yang mengayomi para fakir miskin di daerah Kelurahan Margadadi dan sekitarnya.

Demi menghargai jasa beliau, namanya juga terpatri menjadi salah satu nama jalan di kelurahan tersebut, yakni Jalan Anggasara.

"Tidak tahu datang dari Tuban atau Gresik cuma dahulu ada yang menemukan rantai kapal milik Panggeran Anggasara menyebutkan seperti itu," ujar dia.

Makam Pangeran Anggasara Indrajati yang di belakang kantor Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu dalam kondisi terbengkalai, Jumat (19/7/2019).
Makam Pangeran Anggasara Indrajati yang di belakang kantor Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu dalam kondisi terbengkalai, Jumat (19/7/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Nama Anggasara sendiri disebutkan Agus Soewignyo berarti orang yang menjunjung orang sengsara. Berkat jasa beliau, disampaikan Agus, daerah sekitaran Margadadi kini menjadi kawasan pusat kota yang makmur dan jauh dari kemiskinan.

"Tidak tahu kalau dulu bantuannya apa, karena saya juga dengar dari kunci terdahulunya tapi sekarang sudah meninggal, beliau itu katanya membantu masyarakat di sini entah itu berdagang atau apa tapi berkat jasa beliau kawasan di sini bahkan dicap oleh Dinsos termasuk kawasan yang sejahtera," ucap Agus Soewignyo.

Dirinya menyayangkan, Makam Pangeran Anggasara Indrajati sekarang justru terbengkalai. Dia menceritakan, dahulunya makam tersebut terawat, sebelum maraknya pemukiman penduduk yang justru menempati lokasi makam tersebut dan membuat pemukiman.

"Sertifikat tanah lokasi makam itu sayangnya hilang, jadi saya mau melarang juga tidak bisa, awalnya itu kan dahulu izin hanya buat gadang, tapi lama kelamaan malah menjadi bangunan penduduk," ujarnya.

Adapun untuk perawatan situs bersejarah, Agus Soewignyo mengatakan dirinya sudah melakukan pengajuan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk dijadikan sebagai situs bersejarah, agar perawatan dari makam Pangeran Anggasara Indrajati bisa terjaga dan terurus layaknya makam-makam bersejarah lainnya.

"Sedih sekali, kalau orang yang mengerti mah membiarkan makam ini terbengkalai sama saja tidak menghargai jasa beliau dahulu," ucapnya. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved