Breaking News:

Info Kesehatan

Ini Dia Bahaya Menjadi Perokok Pasif, Mulai Terkena Jantung Koroner, Keguguran, Hingga Kematian

Makin sering seseorang terpajan atau terpapar asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialaminya.

Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Machmud Mubarok
Via alodokter.com
Ilustrasi Perokok pasif 

TRIBUNCIREBON.COM - Masih ingat kasus meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) belum lama ini? Salah satu penyakit yang diderita Sutopo adalah kanker paru yang disebabkan dia sebagai perokok pasif.

Ya perokok pasif ternyata memiliki risiko kesehatan jauh lebih besar dibanding perokok itu sendiri. Dalam sebuah artikel yang dikirim ALODOKTER  dan sudah ditinjau dr. Kevin Adrian selaku dokter dari ALODOKTER, disebutkan, saat seseorang merokok, sebagian besar asapnya tidak masuk ke paru-paru perokok. Namun, sebagian besar asap rokok dilepaskan ke udara, sehingga asap dapat dihirup oleh perokok pasif.

Meski tidak secara langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Makin sering seseorang terpajan atau terpapar asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialaminya.

Siapa Sebenarnya Mochamad Iriawan? Jenderal Bintang Tiga yang Diperiksa Terkait Kasus Novel Baswedan

Mochammad Iriawan Diperiksa Terkait Kasus Novel Baswedan, Siapa Dia? Ini Biografi Lengkap Iriawan

Dampak kesehatan akibat rokok merupakan masalah yang terjadi secara global. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat lebih dari 7 juta kematian terjadi akibat penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok setiap tahunnya. Sekitar 890.000 kasus kematian tersebut terjadi pada perokok pasif di seluruh dunia.

Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara hingga 2,5 jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda.

Hal ini juga berlaku di tempat tertutup yang tidak luas, seperti di dalam mobil. Bahkan, asap rokok mungkin masih ada dalam jumlah besar meskipun orang tersebut telah berhenti merokok.

 Efek Buruk Asap Rokok

Asap tembakau mengandung sekitar 4000 bahan kimia dan lebih dari 50 di antaranya telah dikaitkan dengan kanker.

Menghirup asap rokok dapat berdampak buruk, baik sementara maupun dalam jangka panjang. Terpapar asap rokok dapat menimbulkan gejala seperti mata teriritasi, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan pusing.

Barbie Kumalasari Sering Curhat Soal Durasi Bercinta dengan Galih Ke Mantan, Galih Kalah Perkasa

Ini Sosok Rey Utami, dari Nikah dengan Pablo Lewat Tinder Hingga Video Ikan Asin dan Jadi Tersangka

Setidaknya, dalam asap rokok terkandung beberapa jenis bahan kimia, seperti hidrogen sianida (gas yang sangat beracun yang digunakan dalam senjata kimia dan pengendalian hama), benzene yang ditemukan pula di dalam bensin, formaldehida (bahan pengawet yang digunakan untuk membalsem mayat), dan karbon monoksida (gas beracun yang ditemukan di dalam knalpot mobil).

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved