Breaking News:

Berita Kriminal

Empat Karyawan Gelapkan Barang di Dua Pabrik, Berlangsung Sejak 2018 Baru Ketahuan Sekarang

pelakunya merupakan karyawan yang dipercaya dalam bidang keluar masuk barang dari hasil produksi di gudang

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Empat tersangka pencurian dan penggelapan di pabrik di Cimahi diekspos Polsek Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat (12/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Empat orang karyawan pabrik PT Dialogue Garmindo Utama dan CV Duta Setia Garmen diringkus polisi setelah dilaporkan pemilik pabrik karena melakukan pencurian dan penggelapan barang di dua pabrik tersebut.

Karyawan dari PT Dialogue Garmindo Utama yakni Randi Apriandi (32), Adam Miharja (24), Abdul Kholik (23) dan karyawan dari CV Duta Setia Garmen yakni Tantan Rustandi (26). Mereka merupakan komplotan dan bekerjasama dalam melakukan aksi pencurian tersebut.

Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Sutarman, mengatakan, pencurian yang dilakukan pada 19 Juni 2019 itu berawal saat Tantan Rustandi mengambil barang  ketika CV Duta Setia Garmen sebagai pemasok  akan mengirim barang ke PT Dialogue Garmindo berupa kebutuhan bayi.

"Ini pelakunya merupakan karyawan yang dipercaya dalam bidang keluar masuk barang dari hasil produksi di gudang," ujarnya di Mapolsek Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat (12/7/2019).

Sambil Tertawa, Edy Rahmayadi Tantang Balik PNS Sumut yang Mau Gugat dan Melaporkannya ke Jokowi

Siapa Sebenarnya Mochamad Iriawan? Jenderal Bintang Tiga yang Diperiksa Terkait Kasus Novel Baswedan

Mochammad Iriawan Diperiksa Terkait Kasus Novel Baswedan, Siapa Dia? Ini Biografi Lengkap Iriawan

Aksi pencurian tersebut dilakukan saat barang akan dikirim oleh Tatan, kemudian diserahkan ke Ruli dan dua tersangka lainnya untuk dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu. Aksi tersebut dilakukan keempat pelaku sejak tahun 2018.

Akhirnya aksi pencurian itu, kata Sutarman, diketahui ketika pihak perusahaan melakukan audit internal dan CV Duta Setia Garmen mengalami kerugian sebesar Rp 113 juta dan PT Dialogue Garmindo Utama mengalami kerugian Rp 29 juta.

"Modusnya, barang yang dikirim dari hasil produksi di gudang tidak sesuai dengan BO. Misal yang harus dikeluarkan 100 pcs tapi mereka keluarkan 110 pcs, jadi lebihnya itu yang dijual," ucapnya.

Rey Utami Kirim Pesan ke Fairuz tapi Dicuekin: Assalamualaikum Kak, Mau Undang untuk Klarifikasi

FAKTA BARU! Kasus Video Ikan Asin, Rey Utami & Pablo Benua Coba Hilangkan Bukti

Atas perbuatannya, lanjut Sutarman, keempat pelaku dijerat dengan pasal 363, sub 374 KUHP tentang pencurian dan penggelapan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Dalam upaya pengungkapan kasus ini kami melakukan penyidikan sesuai prosedur yang berlaku, dengan membagi dua perkara atau split dan memeriksa sebanyak 23 orang termasuk karyawan dan pengelola perusahaan," katanya.

Untuk saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut untuk memastikan apakah ada keterlibatan dari karyawan yang lain atau tidak, meskipun kemungkinan keterlibatannya sangat kecil.

"Karena keterlibatan karyawan lain yang membantu dalam kasus ini sangat kecil, kami fokus dulu ke tersangka yang ini untuk pelimpahan berkas perkara ke pengadilan," ujar Sutarman. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved