Marifah Penjual Nasi Akhirnya Bisa Naik Haji, Selalu Ingat Pesan Almarhum Suaminya

Setelah menanti selama tujuh tahun sejak 2011, di usianya yang ke 66, Ma'rifah akhirnya akan berangkat beribadah ke Baitullah,

Tribunjateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Ma'rifah calon jamaah haji dari Kota Tegal bersama cucunya Nabila Sarifah. 

TRIBUNCIREBON.COM - Setelah menanti selama tujuh tahun sejak 2011, di usianya yang ke 66, Ma'rifah akhirnya akan berangkat beribadah ke Baitullah, Mekkah.

Ma'rifah memiliki tujuh anak dan 12 cucu. Ia tinggal di rumahnya di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, ditemani anak keempatnya.

Seusai suaminya meninggal 12 tahun yang lalu, Ma'rifah membesarkan anak-anaknya dengan berjualan nasi rames di Pasar Pagi Kota Tegal lantai dua. Menurutnya, ia sudah berjualan nasi menggunakan meja di Pasar Pagi selama 25 tahun.

"Saya jualan sejak bangunan Pasar Pagi belum sebagus sekarang. Saya jualan menggunakan meja. Ada sauto, lengko, nasi campur, dan nasi rames," kata Ma'rifah saat ditemui tribunjateng.com di rumahnya, Rabu (10/7/2019).

Kakek 92 Tahun Akhirnya Berangkat Naik Haji Bareng Istri Setelah Menabung di Dalam Koper Sejak 1965

13 Tahun Menabung, Tukang Es Doger di Jember Ini Akhirnya Bisa Naik Haji Bareng Sang Istri

Ma'rifah sudah satu tahun setengah tidak berjualan di Pasar Pagi. Tepatnya, setelah ia jatuh dan kaki kanannya patah. Hingga nanti berangkat ke Mekkah, Ma'rifah masih dibantu dengan tongkat untuk berjalan.

Ma'rifah mengatakan, sembari membesarkan anak-anaknya, ia secara rutin menabung tiap harinya untuk berangkat haji.

"Saya senang bisa naik haji. Ya Allah gusti, mudah-mudahan di Tanah Suci saya bisa berjalan. Semua lancar. Ini cita- cita saya sejak dulu," katanya.

Ia bercerita, tiap berjualan ia datang ke Pasar Pagi pukul 06.00 WIB dan pulang pukul 16.00. Ia tidak mengetahui keuntungan yang didapat. Menurutnya, yang penting uang bisa muter, bayar setoran, dan membesarkan anak.

Ma'rifah mengatakan, sebelum suaminya meninggal pesannya jangan utang. Apalagi utang yang bayarnya secara kredit.

"Bagi saya utang itu pantangan. Alhamdulillah semua lancar. Dulu sebelum jual nasi, saya jual jajanan kecil dan minuman es," ungkapnya.

Yasin (35), anak Ma'rifah yang bungsu mengatakan, ibunya berangkat haji ditemani anaknya yang pertama. Menurutnya, sejak anak-anaknya masih kecil Ma'rifah sudah berjualan nasi di Pasar Pagi.

"Alhamdulillah cita- cita ibu akan terlaksana. Semoga ibadah ibu lancar," katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Kisah Ma'rifah Pergi Haji, Penjual Nasi di Pasar Pagi Tegal Ini Selalu Ingat Pesan Almarhum Suami, https://jateng.tribunnews.com/2019/07/11/kisah-marifah-pergi-haji-penjual-nasi-di-pasar-pagi-tegal-ini-selalu-ingat-pesan-almarhum-suami.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: muslimah

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved