Tanggul Tanah Yang Ambles di Kertasemaya Indramayu Sudah Diperbaiki, Tapi Timbul Retakan Kembali
Amblesnya tanah di tanggul Sungai Cimanuk yang berada di Desa Kertasemaya Blok Rengaspayung, Kecamatan Kertasemaya
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Amblesnya tanah di tanggul Sungai Cimanuk yang berada di Desa Kertasemaya Blok Rengaspayung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu sudah mulai diperbaiki oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu.
Sekretaris Desa Kertasemaya, Widi Santosa menyampaikan, perbaikan tersebut meliputi pemadatan tanah dan revitalisasi saluran pembuangan air limbah masyarakat.
"Sudah dari hari kemarin pak, ini hari kedua," ujar Widi Santosa saat dihubungi Tribuncirebon.com melalui sambungan seluler, Rabu (10/7/2019).
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, pada hari pertama sudah sebanyak 18 truk tanah dikerahkan untuk memadatkan tanah yang ambles tersebut.
Untuk memadatkan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menggunakan alat berat berupa satu unit beko.
"Kalau sekarang sampai siang ini sudah masuk 12 truk tanah," ujar dia.
• Ini Upaya Penanggulangan BPBD Indramayu Terkait Amblasnya Tanah di Tanggul Sungai Cimanuk
• Ini Kata BPBD Indramayu Soal Amblasnya Tanah di Tanggul Sungai Cimanuk Kertasemaya Indramayu
• Tanah Amblas di Tanggul Sungai Cimanuk Desa Kertasemaya Indramayu, Sekarang Dalamnya Sudah 3 Meter
Tanah tersebut berasal dari Desa Cadangpinggan, Kecamatan Sukagumiwang. Meski demikian, disampaikan Widi Santosa, pengerjaan pemadatan tanah tidak dapat bertahan lama.
Pasalnya, fenomena turunnya tanah di tanggul Sungai Cimanuk ini terus berlanjut. Sekarang sudah turun hingga kedalaman 3,20 meter.
"Tidak bertaham lama tapinya, sekarang saja sudah tampak pecahan kembali dibeberapa bagian tanah," ujar dia.
Mengantisipasi agar tanah tidak terus turun, Kasi Rekonstruksi BPBD Kabupaten Indramayu, Caya menyampaikan, pihaknya saat ini tengah memasang pemancangan exavator sepanjang 300 meter di pinggiran Sungai Cimanuk.
Pemancangan itu dilakukan menggunakan kayu dolken berdiameter 10 sentimeter dengan panjang 6 meter sebanyak 1.200 batang.
"Rencananya pemasangan kayu dolken ini akan dipasang sebanyak dua lapis," ujar dia.
Tujuannya adalah untuk memperkuat badan tanggul dari gerusan air sungai dan langkah emergency manakala kayu dolken mengalami kelapukan. (*)