Ibu dan Anak Tertimpa Rumah Tak Layak Huni yang Roboh di Cianjur, Kini Mereka Tinggal di Saung

Ia baru tersadar ada paku menancap di punggungnya setelah tetangganya juga berteriak. Luka punggung Nurjanah belum diobati secara medis

Tribun Jabar/Feri Amiril Mukminin
Nurjanah dan suaminya, Judim (46), serta anaknya di atas reruntuhan rumah tak layak huni milik mereka yang roboh akhir pekan kemarin di Cikalong Kulon, Cianjur. 

"Ditaburi obat kampung saja pak," ujarnya.

Nurjanah mengatakan, ia masih kebingungan untuk tempat tinggal dan terpaksa tinggal di saung yang hanya ditempeli kain untuk melindungi dari angin.

Suami Nurjanah, Judim (46), juga terlihat kebingungan sambil menatap rumahnya yang kini rata dengan tanah. Ia mengatakan, saat rumahnya ambruk ia sedang berada di kebun. Sehari-hari ia bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

"Untuk anak SMP saya beri uang jajan Rp 10 ribu, dan untuk yang SD Rp 5 ribu," kata Judim.

Judim mengaku ia sudah diberi izin oleh pemilik lahan untuk tinggal di lahan kebun yang berjarak sekitar 50 meter dari para tetangganya.

"Saya masih bingung dengan tempat tinggal istri dan anak saya karena saya tak mempunyai keluarga lagi," kata Judim.

Ia kadang tak tega melihat istri dan anaknya kedinginan di malam hari dan kepanasan di siang hari karena tempat tinggal sementara yang tak layak.

LINK Indosiar! Live Streaming Persija vs Persib Bandung Sore Ini, Laga Panas El Clasico Liga 1

Ketua Karang Taruna Kecamatan Cikalongkulon, Rahmat Setiawan (39), mengatakan bahwa pertama kali ia mendengar kabar ada rumah ambruk dari anggotanya.

"Saya langsung mengecek ke lokasi setelah mendengar tersebut, tiba di lokasi saya sangat sedih, keluarga Judim kini tak punya rumah dan tinggal di sebuah saung yang hanya dibatasi kain-kain," katanya.

Ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan berharap ada bantuan secepatnya untuk keluarga Judim. "Katanya ia diberi izon membangun rumah di ujung kebun, saya juga bersama karang taruna Cianjur sedang mengupayakan adanya bantuan," kata Rahmat. (fam)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved