Puluhan Tahun Tempati Rumah Reyot, Pasutri Asal Majalengka Terharu Saat Rumahnya Dibangun

Pasangan suami istri (pasutri) asal Blok Cikadu Wetan, RT 7/2, Desa Argasari, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, terharu saat rumahnya

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Rumah pasutri yang huni rumah reyot selama puluhan tahun, akhirnya kini sedang dibangun oleh salah satu anggota Dandim, Selasa (9/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA - Pasangan suami istri (pasutri) asal Blok Cikadu Wetan, RT 7/2, Desa Argasari, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, terharu saat rumahnya sedang dibangun, Selasa (9/7/2019).

Pasutri ini tak kuasa menahan sedih dan rasa syukur ingin segera menempati rumah barunya pascapuluhan tahun menempati rumah reyot.

Menurut Momon, dirinya selama ini sudah puluhan tahun menempati rumah tersebut yang awalnya hanyalah sebuah gubuk reyot.

Bahkan, lantainya pun masih beralaskan tanah, temboknya terbuat dari bilik, dan kayu penyangganya juga tidak utuh. Tak hanya itu, di dalam rumahnya pun gelap serta sesak.

Kisah Idad Rusyadi, Rela Bantu Angkut Air untuk Lansia dan Warga yang Kesulitan Dapat Air Bersih

Kebakaran Hanguskan Rumahnya, Sepasang Lansia di Pamekasan Ini Belum Dapat Bantuan dari Pemda

"Kami tak bisa memperbaiki rumah kami sendiri, karena kesehariannya kami hanya sebagai buruh tani," ujar Momon pemilik rumah tersebut, Selasa (9/7/2019).

Sementara itu, rumah mereka merupakan rumah rutilahu yang dibangun dari program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) Ke-105 tahun 2019.

Rumah berukuran sekitar 5x6 meter itu, tampak sedang dibangun oleh para anggota TNI dari Kodim 0617/Majalengka dan saat ini pengerjaan sudah mencapai 10 persen.

"Bahagia sekali. Saya juga mengucapkan terima kasih karena bapak-bapak TNI, membangun rumah untuk kami," ucap Momon.

Sementara itu, Dandim 0617/Majalengka, Letkol Arm Novi Herdian, optimis sesuai target yang dijadwalkan untuk program Rutilahu akan selesai tepat waktu.

"Kami akan berusaha mengerahkan secara maksimal tenaga dan pikiran kami, agar pada saat sebelum penutupan TMMD renovasi sudah selesai," ujarnya. 

"Kegiatan ini, selain sebagai bentuk kepedulian dari kami kepada masyarakat kurang mampu, ini juga sekaligus memotivasi masyarakat untuk berswadaya serta bergotong royong dalam mewujudkan rumah yang layak huni, sehat, nyaman dan lingkungan yang tertata," kata Letkol Arm Novi.

Selama rumahnya dibongkar total, saat ini kedua Pasutri itu tinggal di rumah tetangganya yang berada persis tak jauh dari rumahnya. (*)

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved