Breaking News:

Pemkab Indramayu Sebar Kawasan Peruntukan Industri di 10 Kecamatan Berbeda, Ternyata Ini Alasannya

Pemkab Indramayu Sebar Kawasan Peruntukan Industri di 10 Kecamatan Berbeda, Ternyata Ini Alasannya

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Sekretaris Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indramayu, Iwan Hermawan, Selasa (9/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pemerintah Kabupaten Indramayu semakin serius dalam menciptakan Kawasan Peruntukan Industri (KPI) di Kabupaten Indramayu.

Demi mewujudkan itu semua, saat ini segala persiapan tengah dilakukan Pemkab Indramayu, salah satunya yaitu mendata kepemilikan lahan serta melakukan pengkajian.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Indramayu, Iwan Hermawan saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Selasa (9/7/2019).

Polisi Beberkan Fakta Baru Kasus Bau Ikan Asin Galih Ginanjar vs Fairuz A Rafiq, Begini Katanya

"Sekarang bahkan Bapak Bupati sedang ada di luar negeri untuk menarik investor ke Indramayu," ujar dia.

Disampaikan Iwan Hermawan, Pemkab Indramayu sudah merubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) untuk kawasan industri yang tadinya ditetapkan 2.000 hektare diubah menjadi 20.000 hektare dan disebar di 10 kecamatan.

10 kecamatan tersebut, yaitu Kecamatan Sukra 2.814 hekatar, Patrol 1.385 hektar, Kandanghaur 2.025 hektar, Losarang 4.523 hektar, Balongan 1.438 hektar, Juntinyuat 643 hektar, Krangkeng 3.507 hektar, Tukdana 664 hektar, Terisi 1.379 hektar, dan Gantar 1.574 hektar.

Dirinya menjelaskan, tidak dipusatkannya kawasan industri di satu lokasi karena Pemkab Indramayu berkomitmen untuk tetap mempertahankan Indramayu sebagai lumbung padi nasional.

Hasil SBMPTN 2019 Diumumkan Sore Ini, Peserta Harus Sipkan Berkas dan Daftar Ulang di Kampus Tujuan

Dijelaskan Iwan Hermawan, meskipun akan dijadikan kawasan industri luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Indramayu akan tetap dijaga, sehingga RTRW kawasan industri ini dibuat menyebar ke sejumlah kecamatan.

Adapun untuk lahan tanah yang diperuntukan guna kawasan industri itu disampaikan dia, karena kondisi lahan merupakan tanah tadah hujan dan bukan merupakan tanah produktif pertanian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved