Ciptakan Mesin Penyedot Air Berasal dari Gas LPG, Petani Indramayu Ini Sebut Lebih Irit Pengeluaran

Petani muda di Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu menciptakan inovasi mesin pompa air berbahan bakar gas

Ciptakan Mesin Penyedot Air Berasal dari Gas LPG, Petani Indramayu Ini Sebut Lebih Irit Pengeluaran
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Wardani, petani muda asal Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu saat menunjukan inovasi mesin pompa air berbahan bakar gas elpiji 3 kilogram, Minggu (7/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Petani muda di Desa Kendayakan, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu menciptakan inovasi mesin pompa air berbahan bakar gas elpiji 3 kilogram.

Petani itu bernama Wardani. Dia mengatakan, inovasi tersebut dirinya lakukan karena membengkaknya biaya yang harus dikeluarkan jika harus menyedot air menggunakan bahan bakar minyak.

"Air sudah susah sekarang mas, kalau nyedot juga harus memakan banyak bahan bakar untuk menyedotnya," ujar Wardani kepada Tribuncirebon.com, Minggu (7/7/2019).

Dia juga menyampaikan, cara modifikasi mesin penyedot air itu pun sangatlah mudah, yakni dengan hanya memerlukan peralatan tambahan yang biasa digunakan pada kompor gas pada umumnya, seperti regulator, stop kran, selang, pengunci selang, dan perlengkapan kompor gas lainnya.

"Biaya yang dikeluarkan untuk membeli perlengkapan ini paling cuma menghabiskan biaya Rp 55 ribu," ujar dia.

Hanif Remaja Asal Gresik Bantu Ayahnya di Pemrograman Jam Digital per Bulan Raup Puluhan Juta Rupiah

KREATIF - Ditangan Laili Biji Salak Diolah Jadi Makanan dan Minuman per Bulan Raup Rp 6 Juta

Wardani menjelaskan, dalam memodifikasi mesin pompa air tidak perlu mengubah semua komponen mesin.

Adapun bagian mesin yang dimodifikasi hanyalah bagian dalam mesin yang terhubung ke bahan pembakaran kemudian dirangkai agar terhubung dengan gas elpiji.

"Perlengkapan kompor gas juga mudah didapat, banyak di toko-toko tidak perlu ke toko besar," ucap dia.

Diakui Wardani, pompa air berbahan bakar gas elpiji ini dinilai lebih irit hingga tiga kali lipat dibanding menggunakan bahan bakar minyak.

Biasanya, untuk melakukan penyedotan air para petani memerlukan waktu sekitar 7 jam lamanya dengan menghabiskan sebanyak 7 liter bahan bakar.

Sedangkan saat menggunakan bahan bakar gas elpiji, untuk 7 jam penyedotan air hanya menghabiskan satu tabung gas elpiji saja.

"Dari segi harga ini sudah bisa dibandingkan jauh lebih murah, kalau pakai bensin kan bisa sampai Rp 50 ribu sedangkan kalau gas elpiji hanya Rp 20 ribu," ujar Wardani. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved