Yuk Nikmati Sensasi Makan Bancakan Khas Masyarakat Pantura di Waroeng Nangkring eL'rika Indramayu

Warung Nangkring eL'rika hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Indramayu yang ingin merasakan kehangatan makan bersama

Yuk Nikmati Sensasi Makan Bancakan Khas Masyarakat Pantura di Waroeng Nangkring eL'rika Indramayu
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pengunjung Waroeng Nangkring eL'rika saat menikmati sensai makan bancakan di cafe setempat, Jumat (5/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Warung Nangkring eL'rika hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Indramayu yang ingin merasakan kehangatan makan bersama secara khas tradisional.

Owner Waroeng Nangkring eL'rika, Dedy Musasy mengatakan, menu andalan cafe miliknya adalah menu Bancakan.

"Bancakan itu makanan tradisional khas Indramayu, yang biasanya hadir pada hajatan, seperti sunatan, pernikahan pasti ada nasi bancakan," ujar Dedy Musasy saat ditemui Tribuncirebon.com di Waroeng Nangkring eL'rika di Jalan Gagak Nomor 3 Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Jumat (5/7/2019).

Dirinya menyampaikan, harga yang ditawarkan pun sangat murah dan terjangkau, para pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 25 ribu-Rp 30 ribu saja untuk satu porsinya.

"Tergantung dari ayamnya, misalkan mau ayam bakar atau ayam goreng," ujar dia.

Tak Perlu Jauh-jauh ke Bali, Pecinta Kuliner di Indramayu Bisa Mampir Ke Waroeng Nangkring eLrika

Ratusan Orang Kunjungi Festival Intip Tahu, Begini Cerita Tradisi Intip Tahu Makanan Khas Cirebon

Adapun untuk isian dari bancakan ini disampaikan Dedy Musasy ialah, nasi, petek atau ikan asin, tempe tahu, uraban, ayam, sambel, serta lalapan.

"Menu intinya itu ya tempe, tahu, petek, uraban. Petek ini ikan asin, yang bikin disebut bancakan itu khasnya ada petek dan uraban, ini khas Indramayu," ucap dia.

Uniknya lagi, bancakan ini dimakan secara bersama di atas daun pisang sehingga membuat para pengunjung dapat merasakan kembali bagaimana nikmatnya makan makanan tradisional dengan kehangatan makan bersama.

Dijelaskan Dedy Musasy, sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Kabupaten Indramayu melakukan tradisi makan secara bancakan.

Pengunjung Waroeng Nangkring eL'rika saat menikmati sensai makan bancakan di cafe setempat, Jumat (5/7/2019).

3 Lampiran
Pengunjung Waroeng Nangkring eL'rika saat menikmati sensai makan bancakan di cafe setempat, Jumat (5/7/2019). 3 Lampiran (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Oleh karena itu, Dedy Musasy ingin melestarikan budaya lokal tersebut pada cafe miliknya agar tradisi bancakan tidak punah digerus zaman.

"Untuk melestarikannya, saya punya ide yaitu eL'rika ini untuk menghadirkan kembali bancakan atau makan bersama sama, baik bersama teman atau keluarga, semua makan berkumpul jadi satu," ujar dia.

Selain itu, Waroeng Nangkring eL'rika juga menawarkan paket khusus, yaitu Bancakan Klayaban, dimana para pengunjung bisa merasakan makan bancakan di tempat manapun.

"Jadi nanti akan kami antarkan, gratis ongkir dan akan kami tata di mana tempatnya. Untuk pemesanan minimal 25 porsi," ujar Dedy Musasy. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved