Tak Perlu Jauh-jauh ke Bali, Pecinta Kuliner di Indramayu Bisa Mampir Ke Waroeng Nangkring eL'rika

Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Indramayu yang ingin merasakan sensasi makan bernuansa budaya Bali

Tak Perlu Jauh-jauh ke Bali, Pecinta Kuliner di Indramayu Bisa Mampir Ke Waroeng Nangkring eL'rika
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Waroeng Nangkring eL'rika, cafe di Indramayu yang menerapkan konsep Jawa-Bali di Jalan Gagak No 3, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Jumat (5/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Indramayu yang ingin merasakan sensasi makan bernuansa budaya Bali.

Pasalnya, masyarakat Indramayu tidak perlu jauh-jauh ke Bali hanya untuk menikmati bagaimana suasana khas Pulau Dewata itu, tetapi kalian cukup hanya mengunjungi Waroeng Nangkring eL'rika yang berlokasi di Jalan Gagak Nomor 3, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu.

Owner Waroeng Nangkring eL'rika, Dedy Musasy mengatakan, dirinya sengaja menerapkan konsep Bali di cafe miliknya sebagai ciri khas dari cafe lainnya.

Waroeng Nangkring eL'rika, cafe di Indramayu yang menerapkan konsep Jawa-Bali di Jalan Gagak No 3, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Jumat (5/7/2019).
Waroeng Nangkring eL'rika, cafe di Indramayu yang menerapkan konsep Jawa-Bali di Jalan Gagak No 3, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Jumat (5/7/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

"Jadi ingin bikin yang berbeda, makanya dibuat konsep perpaduan Jawa-Bali," ucap Dedy Musasy saat ditemui Tribuncirebon.com di Waroeng Nangkring eL'rika, Jumat (5/7/2019).

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, mulai aksesoris seperti pembungkus tiang-tiang dia lapisi menggunakan kain prada yang didatangkan langsung dari Bali, lalu ada juga meja yang khas dari Pulau Dewata itu.

Selain itu, ornamen lainnya seperti patung tokoh pewayangan khas Yogjakarta pun turut menghiasi Waroeng Nangkring el'Rika, sehingga membuat kesan kental perpaduan antara Jawa Bali di cafe tersebut.

Uniknya lagi, beberapa karyawan di Waroeng Nangkring eL'rika juga berdomisili dari Bali.

"Kasirnya ini dia dari Bali, juga ada pramusajinya dari Bali sisanya adalah anak-anak muda masyarakat sekitar," ujar Dedy Musasy.

Waroeng Nangkring eL'rika, cafe di Indramayu yang menerapkan konsep Jawa-Bali di Jalan Gagak No 3, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Jumat (5/7/2019).
Waroeng Nangkring eL'rika, cafe di Indramayu yang menerapkan konsep Jawa-Bali di Jalan Gagak No 3, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Jumat (5/7/2019). (Tribuncirebon.com/Handhika Rahman)

Alasan dibuatnya konsep Jawa-Bali ini diakui Dedy Musasy, karena dahulu dirinya pernah tinggal di Bali, sehingga ingin membuat sebuah konsep cafe yang berbeda di Kabupaten Indramayu bagi masyarakat yang rindu suasana khas Pulau Dewata yang dipadukan dengan konsep khas Jawa.

Selain itu, untuk memanjakan para pengunjung, setiap malam kecuali hari Senin dan Kamis di Waroeng Nangkring eL'rika selalu diadakan live musik yang diisi oleh musisi-musisi lokal.

Jalan-jalan ke Cirebon, Jangan Lupa Rasakan Sensasi Melihat Senja di Setupatok Suasananya Romantis

Indramayu Akan Punya Objek Wisata Baru Mirip Gardens By The Bay, Air Terjun Indoor di Singapura

"Mulainya itu pukul 19.00 WIB sampai 22.00 WIB, para pengunjung juga bisa merequest lagu dan ikut bernyanyi," ucap dia.

Disampaikan Dedy Musasy, Waroeng Nangkring eL'rika buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved