Ini Upaya Penanggulangan BPBD Indramayu Terkait Amblasnya Tanah di Tanggul Sungai Cimanuk
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu akan melakukan rencana rekonstruksi sebagai upaya penanggulangan
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu akan melakukan rencana rekonstruksi sebagai upaya penanggulangan amblasnya tanah di Desa Kertasemaya, Blok Rengas Payung, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu.
Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana melalui Kasi Rekonstruksi, Caya mengatakan, rencana tersebut akan dilakukan secepatnya dalam satu atau dua hari ke depan.
"Tadi kami sudah buat pengajuan ke provinsi, rencananya satu sampai dua hari ke depan akan segera dilakukan penanggulangan," ujar dia saat ditemui Tribuncirebon.com di ruangannya, Jumat (5/7/2019).
Sebagai upaya prioritas pertama, disampaikan Caya, BPBD Indramayu akan melakukan pembuatan pemancangan memanjang sepanjang 300 meter dengan menggunakan exavator di depan tanggul.
• Ini Kata BPBD Indramayu Soal Amblasnya Tanah di Tanggul Sungai Cimanuk Kertasemaya Indramayu
• Tanggul Tanah di Kertasemaya Amblas, Sekdes Sebut Dampaknya Bisa Menenggelamkan Dua RT Jika Hujan
"Kami akan menggunakan kayu dolken dengan diameter 10 sentimeter, panjang 6 meter sebanyak 1.200 batang," ucap dia.
Tujuannya adalah untuk memperkuat badan tanggul dari gerusan air sungai. Selain itu, pemancangan memanjang menggunakan exavator ini akan dibuat dua lapis untuk memperkuat tanggul dan emergency manakala kayu dolken mengalami kelapukan.
Kemudian, BPBD juga akan melakukan perbaikan drainase sepanjang 300 meter dengan lebar 120 sentimeter sedalam 70 sentimeter untuk mengurangi longsoran akibat aliran air.
"Kami juga akan melakukan peninggian dan perbaikan tanggul dengan urugan tanah lokal keras. Pemadatan ini dilakukan dengan menggunakan stoomwoles," ujar dia.
Lanjut Caya, pemadatan itu akan dilakukan sepanjang 300 meter, lebar 4 meter dengan ketinggian tanah yang dipadatkan setinggi 2 meter (2.400 M³).
Hal tersebut untuk mencegah terjadi banjir saat musim hujan dan untuk memfungsikan kembali akses jalan. Tidak hanya itu, BPBD juga akan melakukan upaya konservasi tanah bantaran sungai dengan 47 jenis tanaman pencegahan longsor.
Sebagaimana penjelasan yang diungkapkan Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP2TPDAS) Surakarta, disampaikan Caya, tanaman yang cocok ditanam di Kabupaten Indramayu, yaitu pohon sukun, nangka, bambu, lamtoro, mangga, petai, kesambi, mahoni, asem, jati, angsana, dan jambu mete.
"Nanti akan ditanam sebanyak 2.000 pohon," kata Caya.
Sebagai antisipasi, BPBD Indramayu juga akan membuat tiang pancang atau paku bumi berbentuk meja secara bertingkat di pinggiran sungai agar erosi tebing sungai dapat diminimalisasi mengingat kondisi Sungai Cimanuk berbentuk meander atau berkelok tajam. (*)