INOVASI - Perajin Wayang Ini Buat Karakter Wayang Berwajah Sesuai Pesanan Hingga Wajah Turis Asing

Wayang golek merupakan kesenian khas Jawa Barat yang terbuat dari kayu. Di era modern saat ini kehadiran pengrajin wayang golek

INOVASI - Perajin Wayang Ini Buat Karakter Wayang Berwajah Sesuai Pesanan Hingga Wajah Turis Asing
Tribun Jabar/Putri Puspita
Wayang pesanan turis asing buatan pengrajin asal Bandung, Tatang Heryana yang dibuat sesuai karakter wajahnya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

BANDUNG - Wayang golek merupakan kesenian khas Jawa Barat yang terbuat dari kayu. Di era modern saat ini kehadiran pengrajin wayang golek bisa dikatakan bisa dihitung oleh jari karena peminatnya semakin berkurang.

Di Bandung masih ada pengrajin wayang golek yang masih bertahan dan eksis hingga saat ini. Dia adalah Tatang Heryana (66) pengrajin wayang golek yang sudah berkreasi sejak 1967.

Tatang mengatakan cara membuat wayang golek didapatkan dari ayahnya yang secara turun temurun telah menjadi pengrajin wayang golek.

"Awalnya saya hanya melihat ayah membuat wayang golek. Sebelumnya tidak ada pesan dari ayah saya untuk menjadi penerusnya tetapi saya tertarik dan kini menjadi hobi," ujar Tatang saat ditemui di Kampung Wayang Urban, Jalan Pangarang Dalam Bawah, Rabu (3/7/2019).

Tatang mengatakan untuk membuat wayang golek, dia menggunakan bahan baku kayu albasia putih karena bahannya yang ringan, empuk, dan mudah dibentuk.

Siapa Sangka Ternyata Limbah Kulit Telur Ini Bisa Disulap Tiga Mahasiswa Menjadi Bedak Tabur

Lulusan SMK Ini Sukses Menyulap Mobil Biasa Jadi Lamborghini dan Ferrari Berharga Ratusan Juta

Kayu yang didapatkannya pun tidak sulit ditemukannya karena Tatang memiliki kebun albasiah sendiri di daerah Soreang.

Tatang mengatakan kayu albasiah yang digunakan untuk dibuat wayang golek bisa digunakan saat masih berusia 2.5 tahun.

"Cara membuat wayang golek adalah dari kayu ditebang lalu dibuka kulit luarnya dan dijemur. Setelah itu dibentuk wajah sesuai karakternya, kemudian dihaluskan, diukir, dicat sesuai karakter, dan disatukan antara bagian wayang dan pakaiannya," ujarnya.

Tatang mengatakan dalam pewarnaan wayang setiap warna wajahnya memiliki makna berbeda.

"Kalau wajahnya putih karakternya baik, wajah biru karakternya heroik, warna kuning karakternya licik, dan warna merah karakternya jahat," ujarnya.

Karakter wayang golek adalah cerminan dari sifat yang dimiliki manusia. Oleh karena itu dalam pertunjukan wayang golek biasanya menceritakan soal filosofi kehidupan manusia.

Namun saat ini Tatang mengatakan tak hanya menerima pesanan wayang yang sesuai karakter yang sudah ada. Ada juga turis asing yang meminta wajahnya untuk dijadikan karakter wayang.

Ia pun menunjukan foto wajah turis yang kemudian dibuat karakter wayangnya. Ada juga bentuk wayang yang pada umumnya namun wajahnya dibuat tampak 'bule'.

Hal ini justru membuat inovasi baru bagi usaha wayang. Namun sayangnya jika turis asing yang lebih antusias dan peduli akan budaya wayang. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved