Siap-siap Handhphone Jenis Ini Akan Diblokir Pemerintah, Ponselmu Termasuk?

Handphone atau ponsel Anda merek apa? Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian perdagangan akan memblokirnya.

Siap-siap Handhphone Jenis Ini Akan Diblokir Pemerintah, Ponselmu Termasuk?
Shutterstock
Ilustrasi toko handphone. 

TRIBUNCIREBON.COM - Handphone atau ponsel Anda merek apa? Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian perdagangan akan memblokirnya.

Pemerintah berencana menertibkan peredaran ponsel black market atau lebih dikenal BM di Indonesia. Apakah Anda pemilik ponsel BM?

Sejak pertengahan 2018 setelah implementasi kebijakan registrasi kartu SIM prabayar rampung, pemerintah berencana menghentikan peredaran ponsel ilegal (black market/BM) di Indonesia.

Pasalnya, peredaran ponsel blackmarket yang masif ini dianggap tak hanya merugikan negara, tapi juga distributor dan pengguna.

Mekanisme pemblokiran ini akan menggunakan nomor IMEI yang melekat pada setiap ponsel dan berbeda-beda. Pemerintah akan mengidentifikasi IMEI tersebut dan jika tidak terdaftar, akan dianggap sebagai ponsel ilegal dan tidak akan bisa digunakan di Indonesia.

Wacana tersebut kini kembali hangat diperbincangkan. Mesin validasi IMEI yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian kabarnya akan mulai diaktifkan pada Agustus mendatang.

Menteri PUPR Tinjau Proyek Tol Cisumdawu, Pastikan 2020 Jalur Ke Bandara Kertajati Selesai

4 Warga Diseruduk Babi Hutan, Korbannya Alami Luka Parah

 

Lantas dengan aktifnya mesin tersebut apakah kemudian handphone ilegal akan benar-benar tidak dapat digunakan?

KompasTekno, Senin (1/7/2019), meminta keterangan Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, terkait hal ini.

Melalui pesan singkat, Janu mengatakan bahwa pada Agustus, Kemenperin baru akan menggodok regulasi terkait proses pemblokiran tersebut.

"Payung hukum dulu, sedang dikerjakan dan rapat terus-menerus," kata Janu.

Halaman
1234
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved