Disperdagin Sebut Ada 3 Faktor Ribuan Ton Garam di Cirebon Tak Laku Terjual

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon menjelaskan ada beberapa faktor penyebab ribuan ton garam

Disperdagin Sebut Ada 3 Faktor Ribuan Ton Garam di Cirebon Tak Laku Terjual
Tribuncirebon.com/Siti Masithoh
Petambak sedang memanen garam. 

Laporan Wartawan Tribun Cirebon, Siti Masithoh

CIREBON - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon menjelaskan ada beberapa faktor penyebab ribuan ton garam di Cirebon tak laku terjual.

Kabid Perdagangan Disperdagin Kabupaten Cirebon, Dadang Heryadi, mengatakan, setidaknya ada tiga faktor penyebab garam tidak laku.

Pertama, kata Dadang ialah karena gudang yang dimiliki para petambak tidak memiliki sistem resi gudang (SRG). Sehingga saat musim panen raya, harga garam akan anjlok.

"Kami melihat musim kemarau produksi berlimpah, sehingga secara ekonomi produksi melimpah harga akan turun. Masalahnya sekarang ini turunnya anjlok dari harga normal," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (2/7/2019).

Pihaknya mengaku telah mengadakan sosialisasi kepada petambak garam bersama dengan Kementerian Perdagangan RI beberapa hari terakhir.

Melalui sosialisasi itu, pemerintah akan mengusahakan adanya Bank untuk menjamin para petani.

Petambak Keluhkan Ribuan Ton Garam yang Tak Laku Terjual, Garam Hanya Dihargai Rp 300 Per Kilogram

Jika Ada SRG, kata Dadang, akan ada pihak Bank yang menjamin garam petani saat harga anjlok.

"Ada pihak perbankan yang nanti bisa memberlakukan SRG, sehingga petani saat harga anjlok bisa simpan di gudang dan menjualnya saat harga normal. Sistemnya nanti ada pinjaman dari pihak bank ke petani saat harga anjlok," ujarnya.

Alasan kedua, lanjut Dadang, yakni belum ada standardisasi harga.

Halaman
12
Penulis: Sitimasithoh
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved