Breaking News:

Dirut KCIC Temui Bupati KBB Setelah Ada Penolakan Izin dari Bupati, Ini Yang Dibahas

Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia-Cina dan jajarannya bertemu langsung dengan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Istimewa
Bupati KBB, Aa Umbara bertemu dengan Direktur KCIC dan jajarannya di Kantor Pemkab Bandung Barat, Selasa (2/7/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM - Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia-Cina dan jajarannya bertemu langsung dengan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna terkait pembangunan proyek nasional kereta cepat Jakarta-Bandung, Selasa (2/7/2019). 

Pertemuan ini berlangsung di Kantor Bupati KBB. Dirut KCIC, Chandra Dwiputra mengatakan pertemuannya dengan Aa Umbara yakni membahas proyek besar tersebut, setelah sebelumnya empat hari lalu, Aa Umbara sempat melontarkan pernyataan bahwa menyesalkan sikap manajemen PT Kereta Api Cepat Indonesia Cina (KCIC) selaku konsorsium pemegang hak pembangunan infrastruktur kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung yang hingga kini tidak memberikan kejelasan terkait komitmen untuk ganti untung kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat yang terdampak. 

Chandra mengatakan proyek ini merupakan proyek untuk kepentingan nasional. Pihaknya pun mengakui memiliki potensi besar di KBB, serta menyebut banyak pemangku kepentingan sehingga tidak bisa jalan sendiri-sendiri. 

"Tadi kami bertemu bupati dan membahas konsep-konsep seperti apa nantinya wilayah yang terlintasi kereta cepat. Kami punya Transit Oriented Development (TOD) di Walini sekitar 1.270 hektare dan lokasinya pun terpisah," ujarnya. 

Pembahasan ini pun, kata Chandra akan brerlanjut minggu depan dengan melakukan rapat terkait hal-hal teknis dengan harapan dapat membawa kebaikan untuk Bandung Barat. 

Menko Maritim Luhut BP Bilang Soal Oposisi Hoaks, Apa Maksudnya Ya?

Petambak Keluhkan Ribuan Ton Garam yang Tak Laku Terjual, Garam Hanya Dihargai Rp 300 Per Kilogram

"Bandung sekarang kan sudah padat sekali, belum lagi setiap musim libur pasti banyak pula yang pergi ke Lembang yang masuk wilayah KBB. Jadi, kami pun sudah memiliki konsep membuka akses di sekitar Walini yang nantinya pun dapat lancar menuju Lembang. Ditambah, KBB katanya akan mengembangkan 10 destinasi wisata, sehingga nanti bisa satu paket dalam satu kesatuan," ujarnya. 

KCIC miliki lahan seluas 7.600 hektare namun, kata Chandra hanya sekitar 5.000 hektare yang dapat dikembangkan, seperti untuk perumahan, industri ringan, wisata, hingga pendidikan, serta tentu di dalamnya ada jalan-jalan lingkungan. 

"Kami ingin kembangkan lahan 5.000 hektare ini untuk memberikan keuntungan bagi semua pihak dan masyarakat, mulai penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan perekonomian. Jadi, secara keseluruhan dulu kami pikirkan," katanya. 

Ketika disinggung masalah izin, Chandra pun menjelaskan bahwa sejauh ini KBB belum mendapatkan informasi konsep secara menyeluruh. Padahal, Chandra menyebut izin tersebut nantinya bisa mengikuti. 

"Intinya, hal teknis kami akan rapatkan lagi minggu depan," ujarnya seraya menyebut saat ini progress KCIC sudah mencapai 22 persen, dengan membuat terlebih dahulu pondasi-pondasi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved