Breaking News:

Volume Air Bendungan Jatigede Menyusut Drastis Hingga 241 Meter

Permukaan air di Bendungan Jatigede tampak menyusut. Ketinggian air saat ini di bendungan terbesar kedua di Indonesia

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Tribun Jabar/Seli Andina
Waduk Jatigede yang surut, Minggu (27/8/2017). Terlihat jalan kabupaten yang sebelumnya tenggelam. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Deddi Rustandi 

SUMEDANG – Permukaan air di Bendungan Jatigede tampak menyusut. Ketinggian air saat ini di bendungan terbesar kedua di Indonesia tersebut mencapai 241 meter di atas pemukaan laut (mdpl). Padahal, normalnya ketinggian air bendungan Jatigede yakni 260 mdpl.

“Penyusutan volume air Bendungan Jatigede cukup drastis. Untuk kebutuhan di hilir dikeluarkan 65 meter kubik per detik sementara yang masuk ke bendungan hanya 20 meter kubik. Makanya menyusut drastis,” kata Pelaksana Teknik PPK Bendungan Jatigede Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Cirebon, Yuyu Wahyudin kepada wartawan, Senin (1/7/2019).

Normalnya debit air yang masuk, kata Yuyu, ke Bendungan Jatigede terutama dari Sungai Cimanuk sebanyak 70 meter kubik per detik.

“Namun kini hanya 20 meter kubik per detik. Sedangkan air Bendungan Jatigede tetap harus dialirkan ke hilir,” katanya.

BBKSDA Jabar Telah Terima 122 Ekor Satwa Dilindungi Periode Januari-Juli 2019, Terbaru Ada Tiga Ekor

Lolos Seleksi PPDB 2019 di SMAN 3 Bandung, Anak Gadis Ridwan Kamil Ingin Seperti Ayahnya

Air harus terus dialirkan selain untuk keperluan irigasi pertanian juga untuk keperluan memutarkan turbin PLTA Parakankondang, Jatigede.

“Akibat kemarau debit air yang masuk dan yang keluar tidak berimbang,” katanya.

Yuyu juga menyebut hingga akhir Juni ini, ketinggian elevasi air bendungan berada di 241 mdpl, dari normalnya 260 mdpl.

"Berbeda dengan tahun lalu, bulan-bulan seperti ini masih ada hujan, kalau sekarang dari awal Juni saja sudah kemarau, debit air yang masuk terbatas, sementara kebutuhan pengairan ke hilir cukup besar," katanya.

Air tetap harus dikeluarkan di bendungan Jatigede untuk kebutuhan pengaiarn sawah di hilir seperti Indramayu . “Kondisi penurunan air selalu terjadi setiap tahun. Diperkirakan kondisi tersebut akan terjadi hingga musim hujan tiba, atau pada Bulan November. Penyusutan tinggi muka air memang tak berdampak secara teknis,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved