Breaking News:

Diduga Teroris, Mantan Intelijen Jamaah Islamiyah Ditangkap Densus 88

Densus 88 Antiteror bersama Polda Jawa Barat berhasil menangkap terduga teroris berinisial PW di Hotel Adaya, Jalan Raya Kranggan

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI - Tim Densus 88 dikabarkan menangkap dua terduga teroris di Kota Cirebon, Rabu (26/6/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM - Densus 88 Antiteror bersama Polda Jawa Barat berhasil menangkap terduga teroris berinisial PW di Hotel Adaya, Jalan Raya Kranggan, Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Sabtu (29/6/2019).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan PW pernah memegang posisi penting di bidang intelijen dalam struktur organisasi Jamaah Islamiyah (JI) sekitar tahun 2000-an.

Kemudian PW menjabat sebagai pimpinan atau amir JI setelah organisasi tersebut dibubarkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Setelah JI dinyatakan dibubarkan, dia dibaiat sebagai amir (pemimpin) JI di Indonesia. Yang bersangkutan punya kompetensi merakit bom, kemampuan intelijen dan kemampuan militer lainnya, sehingga dia dibaiat sebagai pimpinan JI," kata Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan pada Senin (1/7/2019).

PW yang juga dikenal sebagai Aji Pangestu alias Abu Askari alias Ahmad Arif alias Ahmad Fauzi Utomo yang punya rekam jejak panjang dalam berbagai kasus terorisme di Indonesia juga diduga memiliki kedekatan dengan gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top.

"Mulai kasus bom Bali, bom Natal, bom di Kedubes Australia, dan yang bersangkutan aktif saat terjadi kerusuhan di Poso dari tahun 2005 sampai 2007," kata Dedi.

Tak Mau Diantar Kerja dan Diduga Motif Cemburu, Suami Tega Bunuh Istrinya

6 Fakta Korban Kecelakaan Perlintasan KM 143+1, Sang Anak Sempat Bertanya Hidup Dengan Siapa

PW merupakan alumnus pelatihan militer di Moro, Filipina pada tahun 2000 yang menyandang gelar S1 Teknik Sipil di sebuah universitas di Jawa Tengah. PW telah mengirim orang-orang rekrutan ke Suriah untuk menjadi jihadis.

Orang-orang rekrutannya tersebut rata-rata memiliki kemampuan intelijen dan militer serta mampu merakit bom. Dedi menduga PW telah enam kali melakukan pemberangkatan mereka ke Suriah dalam rentang 2013-2018.

"Sebagian besar dari enam gelombang yang berangkat ke Suriah dan kembali ke Indonesia pada Mei (2019) sudah ditangkap, antara lain di Jateng yang menyusup ke jaringan Jateng maupun Jatim," kata Dedi.

Dedi menambahkan, PW bersama jaringannya di Indonesia kini tengah menyusun kekuatan di bawah naungan Al Qaeda.

Selain itu, PW juga menjalin komunikasi dengan jaringan teroris di Filipina serta pecahan kelompok Al Qaeda di Pakistan dan Afghanistan.

"Saat ini jaringan JI ini memang belum melakukan rencana aksi terorismenya di Indonesia. Tapi, mereka saat ini sedang membangun kekuatan, tujuannya untuk membangun kilafah," katanya.

Polisi juga menangkap istri PW yaitu MY dan orang kepercayaan PW yakni BS. Dedi menyebut ketiganya ditangkap di lokasi dan waktu yang sama dengan penangkapan PW. Selain itu, polisi juga menangkap orang kepercayaan PW yakni A di Perumahan Griya Syariah, Kebalen, Bekasi pada Minggu (30/6/2019).

Di hari yang sama polisi juga menangkap BT di Ponorogo, Jawa Timur. Densus menciduk BT alias Haedar alias Deni alias Gani yang berperan sebagai penasihat PW dan penggerak JI wilayah Jawa Timur. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polisi Tangkap Terduga Teroris Mantan Intelijen Jamaah Islamiyah, http://www.tribunnews.com/nasional/2019/07/01/polisi-tangkap-terduga-teroris-mantan-intelijen-jamaah-islamiyah.
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved