Saat Kejadian Tabrakan Maut Sang Istri Sedang Hamil, Janinnya Pun Ikut Dikuburkan Terpisah

Janin bayi berusia 6 bulan turut menjadi korban kecelakaan kereta api di perlintasan kereta api di KM 143+1 Desa Jayamulya

Saat Kejadian Tabrakan Maut Sang Istri Sedang Hamil, Janinnya Pun Ikut Dikuburkan Terpisah
Walda Marison/Kompas.com
Ilustrasi - Makam 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Janin bayi berusia 6 bulan turut menjadi korban kecelakaan kereta api di perlintasan kereta api di KM 143+1 Desa Jayamulya Blok Cipedang Jubleg, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu.

Sepupu salah satu korban, Ratnadi mengatakan, janin tersebut dikuburkan dengan diberikan nama Rokimah. Nama itu diberikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu, Sofandi.

Diberinya nama janin itu, kata Ratnadi, karena janin tersebut akan dikuburkan terpisah dari ibu kandungnya.

"Iya si janin ini kuburannya dipisah dari sang ibu," ucap dia.

Anak Korban Tabrakan Maut Perlintasan KA Ternyata Sempat Lakukan Ini Sebelum Orangtuanya Pergi

Ditinggal Orangtuanya yang Jadi Korban Tabrakan Maut di Perlintasan KA, Zulfa Sempat Tanyakan Ini

Lebih lanjut Ratnadi menuturkan, saat pemakaman terdapat empat buah makam, makam H. Tasdan, makam istrinya Hj. Dian Kudprihatini, makam anak kedua mereka Muti amrilah, dan makam anak ketiga, Rokimah.

Diketahui, pasangan suami istri itu memiliki tiga orang anak, dengan satu anak yang sulung tak ikut dalam tragedi tersebut, sedangkan satu anak lagi masih dalam kandungan.

Disebutkan Ratnadi, usia anak dalam kandungan itu masih berusia 6 bulan.

Anak sulung pasutri korban kecelakaan itu, bernama Zulfa Fadilah (9). Dia selamat dari kecelakaan karena tidak ikut rombongan keluarganya. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved