Bangga! Mahasiswa Unpad Kembangkan 'Plesetan', Plester Luka Berbahan Makroalga
Bangga! Mahasiswa Unpad Kembangkan 'Plesetan', Plester Luka Berbahan Makroalga.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilda Rubiah
TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Lagi-lagi Mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) patut berbangga.
Lima mahasiswanya berhasil mengembangkan produk plester berbahan Makroalga.
Mereka adalah Dede Jihan Oktaviani, Shella Widiyastuti, Dian Amalia Maharani, Agni Nur Amalia, dan Asep Maulan Ishak, serta dosen pembimbing Dr. Ade Zuhrotun.
Plester yang diberi nama “Plesetan” atau “Plester Penutup Luka Turbinaria ornata”ini dalam temuan mereka diyakini lebih efektif menyembuhan luka dibandingkan plester komersial pada umumnya.
Plester tersebut mengandung bahan aktif berupa ekstrak Turbinaria ornata diambil dari pesisir pantai Pameungpeuk, Garut.
• Orangtua Siswa Tantang Sekolah Ukur Jarak Secara Manual Karena Kecewa dengan Sistem Zonasi PPDB
Dalam wawancara dengan Tribun Jabar, pembimbing Dr Ade Zuhrotun, menjelaskan bahwa ekstrak Turbinaria ornata mengandung neophytodiene yang memiliki aktivitas sebagai penutup luka.
Plester ekstrak Turbinaria ornata ini telah diuji efektivitasnya pada hewan uji dan diketahui bahwa plester yang mengandung esktrak Turbinaria ornata yang mampu menutup luka dua kali lebih cepat dibandingkan dengan plester komersil.
"Produk inovatif plester ini berbahan dasar alami, selama ini belum ada plester dari alam, biasanya plester komersial tidak menganding bahan aktif dari alam, kalau pun ada zat kimia sintetis," ujar Dr Ade Zuhrotun, kepada Tribun Jabar, saat ditemui di Fakultas Farmasi Unpad Jatinangor, Rabu (26/6/2019).
Adapun Dede Jihan Oktaviani, menceritakan awal mula inspirasi itu datang dari matakuliah yang mereka pelajari tentang Bahari.
Mereka melihat bahari khususnya di Indonesia belum cukup maksimal dimanfaatkan.
• Penerbangan Jemaah Haji Melalui BIJB Dibatalkan, Islamic Center Majalengka Siap Tampung Jamaah Haji
Berdasarkan hasil studi litertur yang mereka pelajari, selain anti luka ekstrak Makroalga coklat tersebut merupakan senyawa anti ulcer tukak lambung, hepatoprotektor melindungi hati, radikal bebas, antioksidan, bisa membunuh sel kanker rahim, payudara dan lain sebagainya.
Adapun Dede mengatakan Makroalga coklat zat aktif dan makroalga yang diambil merupakan untuk menghasilkan produk bahari yang belum banyak dimanfaatkan, termasuk dalam bidang farmasi dan medis.
"Kami coba inovasi berupa plester yang mengandung bahan alam, kami buat dari ekstrak alga coklat turbinaria ornata, karena sudah diketahui mengandung senyawa mampu menutup luka," ujarnya.
Selanjutnya, plester menutup luka ini baru bisa ditujukan untuk jenis luka kecil, sementara secara bidang medis dengan jangkauan jenis luka lainnya masih perlu dilakukan pengukuran lebih lanjut.
Demikian dengan pemanfaatannya yang sangat luas, sementara itu mereka fokuskan dalam bidang farmasi secara sederhana terlebih dahulu.
• Polres Indramayu Gandeng Tokoh Agama, Pemuda, Masyarakat Deklarasikan Anti Kekerasan dan Kerusuhan
Diakui Dede, karena dana yang terbatas, paling tidak produk plester tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Bentuk Plester masih berukuran seperti plester yang ada dipasaran. Namun tidak menutup kemungkinan variasi bisa dikembangkan tergantung dari jenis plester yang digunakan.
Menurutnya, produk plester yang dikembangkannya itu berpotensi secara luas digunakan dalam dunia medis dan lain sebagainya, serta memiliki prosfek pemberdayaan, membantu perkekonomian masyarakat.
Adapun Ade berharap demikian pihaknya dapat bekerja sama dengan masyarakat sekaligus memberdayakan masyatakat di lingkungan sekitar untuk membudidayakan makroalga tersebut.
Sementara pihaknya mengelola dan memproduksi Makroalga tersebut sehingga menjadi suatu produk komersil yang bermanfaat.
Sebelumnya, produk plester ini merupakan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang berhasil mendapat pendanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI tahun 2019.
Penelitian dan temuannya itu terpilih dalam daftar 13 besar PKM Unpad yang didanai Dikti 2019.
Semua tim akan direview pada bulan Juli nanti untuk nanti ditentukan lolos atau tidaknya ke level nasional atau Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Bali yang akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2019 mendatang.
• Pemdes Sinarancang Harapkan Pemkab Cirebon Cari Solusi Atasi Kekeringan
Penelitian yang telah masuk seleksi dan didanai sejak bulan april 2019, dilombakan sejak oktober 2018 ini diharapka Ade menjadi produk terpilih untuk terus dikembangkan sehingga terbuka di pasar.
"Mudahan bisa lolos sampai Pimnas Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, harapan kami produk ini sampai terbuka untuk pasar secara luas," ujarnya.
Ade mengatakan, produk plester saat ini telah dikenalkan pada sejumlah komunitas kesehatan seperti tenaga medis dan apoteker.
Produk Plesetan juga telah dijual ke beberapa daerah di Jawa Barat seperti Cirebon, Majalengka, Purwakarta, Sumedang serta ke luar Jawa seperti Padang dan Pekanbaru.
Selan itu, Ade mengatakan karena produk ini sudah mempunyai formula maka pihaknya berharap dapat produksi secara paten dengan menggandeng lab dan industri, sehingga jangkauan pasar semakin luas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/makroo.jpg)