Terjaring Operasi Tertib Kendaraan, Sejumlah Pengendara Motor Akui Lupa Bayar Pajak Kendaraan

Terjaring Operasi Tertib Kendaraan, Sejumlah Pengendara Akui Lupa Bayar Pajak Kendaraan.

Terjaring Operasi Tertib Kendaraan, Sejumlah Pengendara Motor Akui Lupa Bayar Pajak Kendaraan
Tribuncirebon.com/Siti Masithoh
Operasi gabungan tertib kendaraan bermotor yang diselenggarakan Polres Cirebon bersama Samsat Sumber di depan Mapolsek Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Beberapa pengendara motor yang terjaring Operasi Tertib Kendaraan bermotor yang diselenggarakan Polres Cirebon dan Samsat Sumber mengaku lupa membayar pajak.

Iis (36), asal Plumbon, mengaku lupa karena terbiasa tidak melihat STNK yang biasa disimpan di dalam dompet.

"Lupa. Tahunya udah harus bayar pajak. Yasudah mau gimana lagi. Tadi pulang dari Kedawung, eh taunya ada razia ini. Nanti paling ke Samsat bayar pajak," kata Iis saat ditemui di depan Mapolsek Weru, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/6/2019).

Pengendara lainnya, Deni (43), asal Plered, juga mengaku lupa membayar pajak motor.

"Iya memang lupa dan baru tahu sekarang udah telat beberapa hari," kata Deni.

Meski demikian, mereka mengaku operasi tersebut menyadarkan pengendara untuk segera membayar pajak.

Tiga Oknum LSM di Majalengka Ditangkap Polisi Karena Melakukan Pemerasan Terhadap Seorang PNS

"Kalau nggak gini mungkin mengabaikan bayar pajak terus. Ini juga saya rasa bermanfaat," katanya.

Kanit Laka Polres Cirebon, Iptu Endang Kusnandar, mengatakan, Operasi Tertib Kendaraan digelar untuk pemilik STNK yang tidak melakukan daftar ulang kendaraan.

"Makanya untuk melakukan peningkatan pajak itu, dilakukan operasi KTMDU gabungan antara Polres Cirebon, Denpom, Dishub dan Samsat Sumber," katanya di lokasi.

Hasil dari Operasi Tertib Kendaraan itu, ada sebanyak 28 unit motor dan 34 unit mobil yang telat membayar pajak. Totalnya mencapai sekitar Rp 19 juta.

Sementara itu, pengendara yang menitipkan STNK di Dispenda sebanyak 28 motor dan 6 lembar STNK mobil.

"Beberapa faktor banyaknya masyarakat yang mempunyai motor ini kebanyakan masih kredit. Sehingga mereka lebih mengutamakan membayar cicilan dibanding pajak," kata dia.

Hasil Visum W Bocah 9 Tahun di Indramayu Yang Dicabuli Seorang Kakek, Kemaluan Korban Alami Robekan

Dia berharap, masyarakat taat membayar pajak dan tidak melalukan pelanggaran lalu lintas.

Penulis: Sitimasithoh
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved