Selasa, 12 Mei 2026
Superhub Kota Cirebon
Selamat Datang Di SuperHub Pemerintah Kota Cirebon

Suhu Udara Wilayah III Cirebon Terasa Lebih Dingin Dari Biasanya, Ini Kata BMKG

Suhu Udara Wilayah III Cirebon Terasa Lebih Dingin Dari Biasanya, Ada fenomena apa? Ini Kata BMKG

Tayang:
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi suhu dingin di Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Bagi Anda yang tinggal di Wilayah III Cirebon pasti merasakan perbedaan suhu udara sejak beberapa hari terakhir.

Ya, Wilayah III Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, belakangan ini terasa lebih dingin dari biasanya.

Tadi pagi kira-kira pukul 06.00 WIB suhu udara di Kabupaten Cirebon mencapai 21 derajat celcius.

Padahal, biasanya pada jam tersebut suhu udara kira-kira mencapai 25 - 27 derajat celcius.

Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Iziyn, mengakui adanya perubahan suhu udara yang lebih rendah dibanding biasanya di Wilayah III Cirebon.

Menurut dia, hal tersebut dikarenakan efek musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini.

Siswa SMAN 2 Majalengka Meriahkan Acara Gema Macaku

"Itu juga didukung cuaca cerah atau tidak banyaknya awan di langit dalam beberapa hari ini," kata Ahmad Faa Iziyn saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (21/6/2019).

Ia mengatakan, fenomena itu mengakibatkan radiasi balik dari bumi pada malam hari melalui radiasi gelombang panjang matahari tidak ada yang dipantulkan awan.

Akibatnya radiasi gelombang panjang matahari itupun langsung menuju ke atas ke atmosfer bumi.

Karenanya, saat tengah malam hingga pagi hari suhu udara akan lebih dingin dari biasanya.

Bahkan, kata dia, perbedaan suhu udaranya juga cukup signifikan dibanding hari biasa.

"Saat ini suhu udara pada dinihari hingga pagi mencapai 20 - 22 derajat celcius," ujar Ahmad Faa Iziyn.

Kapolda DIY Jadi Saksi Deddy Corbuzier Ucapkan Kalimat Syahadat

Ia mengatakan, di hari biasa suhu udara pada dinihari hingga pagi berkisar antara 24 - 25 derajat celcius.

Menurut dia, fenomena semacam itu terjadi hampir merata di seluruh Pulau Jawa.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved