Breaking News:

Pelesiran Setya Novanto

Setya Novanto Terbukti Jalan-jalan ke Toko Keramik House of Roman di Padalarang

Sebelumnya, Kanwil Kemenkum HAM Jabar melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto alias Setnov dan dua petugas Lapas Sukamiskin.

Capture YouTube Mata Najwa
Setya Novanto 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepala Kanwil Kemenkumham Jabar Liberti Sitinjak menyebut hasil pemeriksaan, terpidana korupsi KTP elektronik, Setya Novanto terbukti melakukan pelesiran ke toko keramik House of Roman di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (14/6/2019).

Sebelumnya, Kanwil Kemenkumham Jabar melakukan pemeriksaan terhadap Setya Novanto alias Setnov dan dua petugas Lapas Sukamiskin.

‎"(Iya). Kalau kenapa dia ke tempat keramik, itu hanya Setya Novanto sendiri yang tahu. Kami tidak bisa jawab. Dampak dari itu, petugas yang bertanggungjawab (juga) diberikan sanksi." ujar Liberti di kantornya, Jalan Jakarta, Kota Bandung Rabu (19/6/2019).

Dua petugas Lapas Sukamiskin, YAP selaku komandan jaga dan SS selaku yang diberi tugas sudah dijatuhi hukuman disiplin.

Keduanya ditugaskan di Kanwil Kemenkumham Jabar.

‎"Petugas kami tidak menjalankan perintah atasan dan tidak menjalankan tugas pokok dan fungsi SOP yang ada dalam pengawalan. Itu yang mengakibatkan kenapa Setya Novanto bisa sampai keluar dari rumah sakit," ujar Liberti.

Nasib Miris Setya Novanto di Gunung Sindur, Tak Boleh Dijenguk Sebulan hingga Diawasi 350 CCTV

"Saya berani katakan ini peristiwa pertama semenjak saya bertugas menjadi kepala kanwil. Makanya saya ambil tindakan tegas, tidak menunggu. Sekali melakukan pelanggaran berat, kami tindak," ujar dia menambahkan.

Sementara peristiwa beredarnya foto Setya Novanto sedang makan nasi padang di RSPAD Gatot Soebroto, Liberti menegaskan, itu bukan pelesiran.

Setya Novanto Dipindah ke Rutan Gunung Sindur, Bukan Lapas Sembarangan

"Saat di RSPAD Gatot Soebroto memang dia berobat ke sana. (Lalu) Salahkah orang yang berobat itu makan di kompleks rumah sakit? Jadi ini (pelesiran ke toko keramik) merupakan peristiwa pertama. Harus digarisbawahi. Supaya masyarakat juga tahu karena seakan-akan peristiwa ini (pelesiran) berulang," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved