Breaking News:

Berita KPop

B.I Tersandung Kasus Transaksi Narkoba, Jaksa dan Polisi Jelaskan Alasan Hentikan Penyelidikan

B.I Tersandung Kasus Transaksi Narkoba, Jaksa dan Polisi Jelaskan Alasan Hentikan Penyelidikan

Fansite B.I iKon : Flawless
B.I iKon 

TRIBUNCIREBON.COM- B.I Eks iKON masih menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan dan dunia.

B.I Eks iKON alias Kim Hanbin tersandung kasus percobaan transaksi narkoba.

B.I telah mengaku bahwa ia sempat memesan narkoba jenis LSD kepada seorang penjual berinisial A sekitar tahun 2016 lalu.

Namun, B.I tidak jadi memesannya karena merasa takut.

Belum lama ini, kasus yang menimpa B.I ini menjadi perbincangan karena jaksa mengentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Sedang Menanti Persalinan Sang Buah Hati? Bumil, Yuk Simak Cara Membedakan Kontraksi Asli dan Palsu

Dilansir dari Kpopchart.net, Jaksa dan polisi baru-baru ini membeberkan alasan mengapa mereka menghentikan penyelidikan terhadap kasus narkoba B.I yang terjadi pada tahun 2016.

Belum lama ini program berita ‘9 O’Clock News’ dari KBS melaporkan bahwa pada tahun 2016 lalu polisi telah mengirimkan berkas kasus B.I kepada kejaksaan.

Namun setelah itu jaksa sama sekali tidak melanjutkan penyelidikan terhadap kasus B.I.

Untuk menanggapi kecurigaan yang timbul di masyarakat, pihak kejaksaan dan polisi menggelar sebuah acara konferensi pers pada hari Selasa (18/06).

Pasutri Ini Bantah Jual Adegan Ranjang ke Bocah SD, Tak Berhenti Nangis Saat di Kantor Polisi

Dalam konferensi pers tersebut, wakil direktur Lee Soo Kwon dari Kantor Kejaksaan Distrik Suwon menyatakan,

 “Saat itu polisi hanya meneruskan kasus percakapan ‘A’ (Han Seo Hee) dengan B.I di KakaoTalk, yang dicurigai sebagai transaksi obat terlarang. Saat itu B.I bukan target penyelidikan. Jaksa telah melakukan pemeriksaan terhadap ‘A’ sebanyak satu kali, namun tidak berjalan mulus karena ‘A’ terus-terusan menangis. Saat itu nama B.I tidak disebutkan dalam penyelidikan.”

Lee Soo Kwon menambahkan bahwa pihak kejaksaan telah menerima berkas penyelidikan untuk kasus B.I sebanyak dua halaman.

Jaksa kemudian menganggap bahwa polisi sedang melakukan penyelidikan secara internal dan tidak melakukan penyelidikan secara terpisah.

Sementara pihak kepolisian mengaku karena ‘A’ mengatakan bahwa ia tidak memberikan obat terlarang kepada B.I saat diperiksa untuk yang ketiga kalinya, mereka menganggap kecurigaan terhadap B.I tidak valid dan menutup penyelidikan secara internal.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved