Breaking News:

OKNUM PNS Ketahuan Lakukan Pelecehan Seksual pada Bocah Perempuan Penyandang Disabilitas

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinsos Jabar, Barnas Adjidin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap SR.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Dok Tribun Manado
Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak 

TRIBUNCIREBON.COM, CIMAHI - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar mengonfirmasi adanya pelecehan seksual terhadap seorang anak perempuan penyandang disabilitas oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial SR (50).

Korban pelecehan seksual oleh oknum PNS di Dinsos Jabar itu masih berusia 15 tahun berinisial SW.

Pelaku merupakan Widyaiswara Madya yang diperbantukan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Dinas Sosial yang tugasnya memberikan pelatihan terhadap penyandang disabilitas.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinsos Jabar, Barnas Adjidin, mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi terhadap SR.

Oknum PNS itu pun mengakui perbuatan pelecehan seksual tersebut dengan membuat surat pernyataan.

"Betul bahwa ada oknum PNS kami jabatannya Widyaiswara yang melakukan pelecehan seksual, korbannya anak 15 tahun yang merupakan anak penyandang disabilitas," ujarnya saat ditemui di Kantor Dinsos Jabar, Jalan Amir Machmud, Cimahi, Selasa (18/6/2019).

Penyandang Disabilitas Korban Pelecehan Seksual di Cimahi Juga Korban Selamat Tsunami Aceh

Penyandang Disabilitas Diduga Mendapat Pelecehan Seksual, Saat Pelatihan di BRSPD Dinsos Jabar

Saat ini, kata Barnas, pihaknya masih melakukan pengumpulan data terkait kejadian pelecehan yang dilakukan PNS tersebut yang nantinya akan dilaporkan ke Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat.

Pelaporan terhadap BKD tersebut karena pihaknya menginginkan agar pelaku bisa diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku karena telah mencoreng nama baik Dinsos Jabar dan semua PNS yang bekerja di dinas tersebut.

"Kejadian yang dilakukan oknum ini memalukan, jadi (pelaku) harus diberikan sanksi sesaui aturan. Kami akan melaporkan ke Gubernur, BKD, inspektorat dan saat ini kami masih mengumpulkan data," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan adanya pelecehan seksual terhadap anak penyandang disabilitas yang seharusnya mendapat pelayanan agar bisa menatap kehidupan yang lebih lebih baik untuk masa depannya.

"Tidak baik seorang aparat melakukan hal itu. Kita tidak bisa memprediksi apa hukumannya tapi saya yakin hukumannya akan berat. Ini harus diusut dan ditindak tegas," kata Barnas.

BOCAH SD di Tasikmalaya Sampai Ada yang Bayar Pakai Rokok untuk Saksikan ES & LA Berhubungan Intim

Diberitakan sebelumnya, seorang anak perempuan penyandang disabilitas berusia 15 tahun diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Pekerja Sosial (Peksos) di Dinas Sosial Pemrov Jabar berinisial SR (50).

Adapun gadis perempuan yang berdomisili di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat itu diduga mengalami pelecehan seksual saat mengikuti pelatihan keterampilan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Dinsos Jabar pada Mei 2019 lalu, tepatnya saat awal bulan Ramadan.

Ibu Asuh korban mengatakan, YR menceritakan bahwa ia telah mengalami pelecehan seksual saat dijemput dari tempat pelatihan oleh ibu kandungnya.

"Kemungkinan kejadian pelecehan seksual itu saat pelatihan, pelakunya diduga Peksos Dinsos Jabar. Sebelum dia cerita, ibu kandungnya curiga dengan sikap korban yang tampak tertekan," ujarnya saat ditemui di salah satu panti di Kota Cimahi, Senin (17/6/2019).

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved