Wow! Kedai Kopi Ini Terima Jasa Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya

Kedai Kopi di Kabupaten Garut ini jadi ramai diperbincangkan karena punya slogan nyeleneh.

Wow! Kedai Kopi Ini Terima Jasa Penitipan Suami dan Penangkaran Buaya
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Pemilik Kedai Dukun, Edi Setiadi (37) alias Kuwu menjelaskan konsep kedainya sebagai tempat penitipan suami dan penangkaran buaya saat ditemui di kedainya Jalan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul, Minggu (16/6/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Kedai Kopi di Kabupaten Garut ini jadi ramai diperbincangkan karena punya slogan nyeleneh. Kedai Dukun namanya berlokasi di Jalan Pataruman, Kecamatan Tarogong Kidul.

Slogannya jadi kedai 'tempat penitipan suami dan penangkaran buaya'. Banyak yang curiga dengan keberadaan Kedai Kopi di pertigaan Jalan Pataruman dan Jalan Terusan Pembangunan itu.

Bahkan petugas Balai Konservasi dan Sember Daya Alam (BSKDA) sampai menyambangi kedai tersebut. Mereka khawatir kedai kopi itu jadi lokasi penangkaran buaya.

"Ada dari BKSDA datang, nanya maksud slogan kami. Ada juga yang nanya apa maksud penitipan suami. Konotasinya itu negatif," ujar pemilik kedai, Edi Setiadi (37) alias Kuwu sambil tertawa saat ditemui di kedainya, Minggu (16/6/2019).

Laga Persib Bandung vs Madura United Pekan Depan Terancam Ditunda, Ini Alasannya

Padahal slogan yang ia buat itu merupakan strategi pemasaran. Selain itu juga ada makna dibalik kata-kata yang berkonotasi negatif itu.

"Tempat penitipan suami itu biar para istri enggak khawatir saat suaminya di sini. Selain buat ngopi dan makan, kedai ini juga sediakan papan catur, buku, dan Alquran," katanya.

Konsep kedainya memang gado-gado. Di bagian depan, terdapat spanduk dengan tulisan 'tempat penitipan suami dan penangkaran buaya' yang cukup besar. Di bagian belakang, terdapat gambar Nyi Roro Kidul dan kaligrafi.

Ia menyebut, kata buaya pun merupakan singkatan dari 'bikin usaha asal yakin aza'. Keberadaan kedainya pun bisa jadi tempat berkumpul semua kalangan untuk berdiskusi.

"Nanti kan bisa jadi diskusi nih satwa apa saja sih yang dilindungi. Saya juga ingin kembangkan literasi makanya sediain buku," ucapnya.

Pascapenemuan Bom Aktif di TPSS Sukalila, Pengamanan di Mapolres Cirebon Kota Diperketat

Kedai Kopi yang baru dibuka selama tiga minggu itu tampak sepi pengunjung. Kuwu menyebut hal itu bukan tanpa alasan. Ia ingin memberikan rasa nyaman bagi para pelanggan yang datang ke kedainya.

Menurut Kuwu, ketika cafe atau resto dipenuhi pengunjung ada beberapa orang yang justru nyaman dengan suasana yang hening.

"Makanya tidak ada live musik, jadi kalau ngobrol juga akan terasa nyaman," ucapnya

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved