Profil

Ustaz Rahmat Baequni Viral Seusai Potongan Video Bahas Densus 88 Tersebar, Siapa Dia Sebenarnya?

Sudah dua hari ini tagar #TangkapRahmatBaequni menjadi trending topic dunia di sosial media twitter.

One Ummah
Ustaz Rahmat Baequni 

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Selain menanggapi tagar #TangkapRahmatBaequni yang beberapa hari ini menjadi perbincangan warganet di sosial media twitter, Ustaz Rahmat Baequni juga menanggapi isu terorisme di Indonesia.

Saat ditemui seusai mengisi kajian di Masjid Al Fitroh, Kompleks Griya Prima Asri Baleendah, Kabupaten Bandung, Sabtu (15/6/2019), Ustaz Rahmat Baequni menyatakan jika bahasan atau kajian terorisme di Indonesia selama ini hanya menjadi alasan dimana musuh-musuh Islam menghancurkan Islam saja.

"Karena mereka phobia dan takut Islam ini bangkit. Itu tidak fair bahkan tidak sedikit orang-orang barat yang memandang bahwa Umat Islam itu bukan teroris sesunguhnya. Tapi Umat Islam adalah korban dalam isu terorisme itu sendiri," tuturnya di Baleendah tadi siang.

Sementara itu, terkait isu yang menyatakan terorisme adalah bentukan dari Badan Intelejen dan Detasement Khusus Antiteror 88 (Densus 88), yang pernah dinyatakannya beberapa waktu lalu, menurut Ustaz Rahmat Baequni hal itu perlu dijadikan bahan kajian kembali.

"Itu (teroris bentukan dari BIN dan Densus 88) bisa menjadi bahan kajian kita. Artinya yang saya sampaikan bahwa intinya banyak Umat Islam yang difitnah, mereka sebagai teroris. Banyak Umat Islam yang dituduh sebagai teroris," katanya.

Sementara itu, ia pun membandingkan para pelaku kejahatan kelas dunia dan di Indonesia.

Ustaz Rahmat Baequni Tanggapi Santai soal Tagar #TangkapRahmatBaequni, Sebut itu Ulah Buzzer Bayaran

Menurut Ustaz Rahmat Baequni, pelaku kejahatan tersebut justru tidak dianggap sebagai pelaku terorisme

"Gerakan-gerakan yang mengancam ketertiban dan ketentraman masyarakat kan itu gerakan teror. Dan gerakan teror ini bisa dilakukan oleh siapapun termasuk oleh seseorang terhadap negara, atau negara terhadap sipil, atau sipil terhadap sipil atau seseorang terhadap seseorang," tuturnya.

Sebelumnya, muncul potongan video berdurasi 17 menit yang menunjukkan Ustaz Rahmat Baequni yang menyatakan jika terorisme ini sengaja dibentuk oleh Badan Intelejen dan Densus 88.

Potongan video tersebut juga menjadi perhatian banyak warganet di sosial media.

Halaman
123
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved