Breaking News:

Habib Bahar bin Smith

Dituntut 6 Tahun Penjara, Habib Bahar bin Smith :Dunia Akhirat Akan Saya Pertanggungjawabkan

Terdakwa Habib Bahar bin Smith, dituntut selama enam tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan subsider tiga bulan oleh Jaksa Penuntut Umum

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribun Jabar/ Daniel Andreand Damanik
Habib Bahar bin Smith di kawal memasuki ruag sidang, Kamis (13/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Terdakwa Habib Bahar bin Smith, dituntut selama enam tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan subsider tiga bulan oleh Jaksa Penuntut Umum, Kamis (13/6/2019).

"Saya akan bertanggung jawab dengan apa yang saya lakukan, saya akan bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan, dunia akhirat akan saya pertanggung jawbabkan, minggu depan akan disampaikan pembelaan," kata Habib Bahar bin Smith sembari meninggalkan ruang sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung (13/6/2019).

Pengacara Habib Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta dalam menanggapi tuntutan tersebut mengaku kecewa terhadap Jaksa Penuntut Umum. Alsannya, tuntutan tersebut dirasa cukup berat dan di luar prediksi.

" Dituntut enam tahun, cukup berat bagi kami. Kami menganggap bahwa JPU tidak melihat fakta-fakta persidangan," katanya.

Ichwan juga menyampaikan, bahwa menanggapi hal tersebut, pihaknya akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada persidangan pekan mendatang.

Pascalebaran, Permintaan Pembuatan SIM Meningkat Hingga 100 Persen

Secara tegas Ia mengatakan bahwa pihaknya memiliki argumen yang bisa mematahkan argumen dari JPU. Pekan depan Ia bersama timnya akan mengulas secara detail dan mematahkan argumen JPU.

"Perkara ini tidak berdiri sendiri, JPU tidak melihat dan mempertimbangkan kebaikan-kebaikan terdakwa selama persidangan. JPU mengatakan dan sudah mengakui bahwa hal meringankan ialah adanya perdamaian dnegan korban, tapi tidak dijadikan pertimbangan," katanya.

Pengacara Habib Bahar bin Smith tersebut juga mengatakan bahwa dalam dakwaan Jaksa, masih dituliskan bahwa korban mengalami luka berat, padahal dari segi medis, hal tersebut dikatakan sebagai luka sedang.

Persidangan bergaendakan pembacaan nota pembelaan dari terdakwa, akan digelar pada persidangan Kamis (20/6/2019) di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved