Breaking News:

Mantan Kades di KBB Diseret ke PN Tipikor, Korupsi Dana Desa Untuk Jalan hingga PAUD

Mantan Kepala Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat diseret ke meja hijau karena perbuatan korupsi dana desa

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Mantan Kepala Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, diseret ke meja hijau karena perbuatan korupsi dana desa bersumber dari APBD Bandung Barat 2016 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

BANDUNG - Mantan Kepala Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat diseret ke meja hijau karena perbuatan korupsi dana desa bersumber dari APBD Bandung Barat 2016.

Dalam sidang dakwaan di Pengadilan‎ Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (12/6), jaksa penuntut umum dari Kejari Cimahi menjeratnya dengan Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tipikor pada dakwan primair. Dan pada dakwaan subsidair, ia dijerat Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tipikor.

Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan Aep Saefullah dan Fauzi Sanjaya, Desa Ciroyom pada 2016 mendapat dana desa bersumber dari APBD Bandung Barat sebesar Rp 689.1 juta dan bagi hasil pajak senilai Rp 104.4 juta.

Dana itu dianggarkan untuk pembangunan jalan rabat beton di lima ruas jalan di desa itu senilai Rp 361 juta lebih. Kemudian, dianggarkan untuk fasilitas dan motivasi kelompok belajar desa senilai Rp 43 juta lebih seperti pemasangan kanopi PAUD, pemeliharaan PAUD Asalafiah dan pemeliharaan TK Raudlatul Athfall Al Asya'ry.

Ketiga, dana desa dianggarkan juga untuk honorarium TKPD dan biaya makan minum rapat pada pelaksanaan kegiatan bidang pembangunan desa senilai Rp 38 juta lebih.

"Tapi terdakwa mengkorupsi dana untuk tiga kegiatan itu hingga APBD Bandung Barat 2016 dirugikan senilai Rp 320 juta," ujar jaksa Aep Saefullah‎.

Dengan rincian kerugian negara misalnya, uang untuk pembangunan jalan rabat beton di lima ruas jalan‎ di desa itu, terdakwa mengkorupsinya hingga Rp 241.439.250 dengan cara mengurangi volume beton.

Dana untuk PAUD Al Falah, TK Raudlatul Alfal masing-masing hanya menerima Rp 1,5 juta dan Paud Asalafiyah malah sama sekali tidak menerima. Sisanya, Rp 40.802.500 digunakan sendir oleh terdakwa. Kemudian dana untuk honorarium dan makan minum dikorupsi senilai Rp 38.231.000.

"Sehingga ditotalkan, kerugian neg‎ara berdasarkan audit Inspektorat Pemkab Bandung Barat yakni senilai Rp 320.472.750," ujar jaksa Fauzi Sanjaya.

Tak Betah di Penjara dan Ingin Bebas, Vanessa Angel Tulis Surat Menyentuh, Begini Isi Suratnya

Tersangka Peredaran Narkoba Disidik Polres Indramayu dengan Kasus TPPU

Halaman
12
Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved