Breaking News:

Kontras Nilai Polri Polri Terlalu Cepat Duga 9 Korban Kerusuhan 22 Mei adalah Perusuh

Menurut Kontras, Polri tidak menjelaskan lebih detail peran dan keterlibatan mereka sebagai perusuh, pelaku penembakan, penyebab kematian

Editor: Machmud Mubarok
CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com
KontraS menggelar konferensi pers terkait hasil investigasi Polri dalam kerusuhan 22 Mei di kantor KontraS, Jakarta Timur, Rabu (12/6/2019). 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menganggap Polri terlalu cepat menduga sembilan orang yang meninggal dunia akibat kerusuhan 21-22 Mei 2019 merupakan perusuh.

Hal itu dikatakan Deputi Koordinator Kontras Feri Kusuma dalam konferensi persnya di kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

"Menurut polisi, perusuh ada di dalam lingkaran aksi massa yang besar itu. Namun, semuanya kan belum teridentifikasi, makannya Kontras menyayangkan Polri yang menyatakan sembilan orang yang tewas itu adalah massa perusuh. Terlalu cepat dan itu bisa memperpanjang persoalan," ujar Feri.

Kontras juga menyayangkan kesimpulan Polri soal 9 korban yang tewas adalah perusuh. Menurut Kontras, Polri tidak menjelaskan lebih detail peran dan keterlibatan mereka sebagai perusuh, pelaku penembakan, penyebab kematian, dan hasil rekonstruksi TKP.

Tim Mawar yang Menculik Aktivis 98 Diduga Terlibat Dalam Kerusuhan 21-22 Mei

Eksekutor yang Incar Wiranto dan Luhut Bicara Blak-blakan, Ngaku Diberi Kivlan Zen Rp 150 Juta

Siapa Sebenarnya Kivlan Zen yang Kini Terbelit Kasus Pembunuhan Berencana? Ini Sepak Terjangnya

Staf Biro Penelitian, Pemantauan, dan Dokumentasi Kontras, Rivanlee Anandar menambahkan, Polri seharusnya menjelaskan dan memaparkan bukti lain yang lebih kuat sebelum menyatakan dugaan 9 korban tersebut merupakan perusuh.

"Bisa lewat uji balistik dan bukti lain. Tanpa penjelasan detail, maka kesimpulan tersebut bisa memunculkan asumsi di publik terkait dengan pelaku penembakan," papar Rivanlee.

Rivanlee mengaku, Kontras telah menemui enam dari sembilan keluarga korban kerusuhan. Dari hasil pembicaraan dengan pihak keluarga, Kontras menilai Polri terlalu cepat menduga mereka perusuh.

"Belum bisa dipastikan sembilan korban itu perusuh karena kami telah berbicara dengan keluarga korban. Keluarga juga enggak tahu kalau anaknya pergi ke aksi massa. Jadi, belum ada kesimpulan apakah sembilan korban ini terlibat secara aktif atau tidak," kata dia.

Bekas Bos Tito Karnavian Jadi Tersangka Dugaan Makar, Ternyata Pernah Tangkap Tommy Soeharto

Polisi Beberkan Honor Pembunuh Bayaran Kerusuhan 22 Mei, Ada yang Dapat Rp 150 Juta

Sebelumnya, Polri menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat kerusuhan 21-22 Mei 2019 sebanyak 9 orang. Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M Iqbal saat konferensi pers di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2019).

"Polri sudah bentuk tim investigasi yang diketuai oleh Irwasum Polri untuk menginvestigasi semua rangkaian peristiwa 21-22 Mei termasuk juga 9 (korban)," ujar Iqbal.

Polri menduga bahwa kesembilan korban tersebut merupakan terduga perusuh. "Kami harus sampaikan bahwa 9 korban meninggal dunia kami duga perusuh. Penyerang. Diduga ya," kata Iqbal. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menurut Kontas, Polri Terlalu Cepat Duga 9 Korban Kerusuhan 22 Mei adalah Perusuh", https://nasional.kompas.com/read/2019/06/12/17261041/menurut-kontas-polri-terlalu-cepat-duga-9-korban-kerusuhan-22-mei-adalah.
Penulis : Christoforus Ristianto
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved