Teuku Yazhid Sempat Dikira Pria yang Ancam Bunuh Jokowi, Bukan Ditangkap Tapi Datangi Sendiri Polisi

dia sebenarnya tidak ditangkap polisi melainkan dia sendiri yang mendatangi kantor polisi untuk diperiksa.

ISTIMEWA
Tangkapan layar pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo dan hina Wiranto menjadi viral di media sosial.(Tangkapan layar akun Twitter @howtodressvvell) 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Teuku Yazhid disebut sebagai korban salah tangkap oleh polisi atas kasus pria bersorban hijau dalam sebuah video yang beredar di media sosial yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo.

Yazhid mengatakan kepada Kompas.com bahwa dia sebenarnya tidak ditangkap polisi melainkan dia sendiri yang mendatangi kantor polisi untuk diperiksa.

"Kalau ditangkap sih tidak, saya dengan orang tua memenuhi panggilan dari polisi saja pada hari itu karena beberapa hari sebelumnya ada beberapa polisi yang mendatangi rumah," kata Yazhid saat dihubungi, Senin (10/6/2019).

Nih 5 Manfaat Pepaya untuk Kesehatan Anda, Salah Satunya Ampuh Basmi Jerawat

Pria Berserban Hijau Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto, Jadi Viral, Lalu Ditangkap Polisi

Ia mendatangi kantor polisi pada 23 Mei 2019 untuk dimintai keterangan terkait kasus pengancaman terhadap Presiden Jokowi. Ia diminta untuk melakukan pencocokan wajah dan suara yang disesuaikan dengan pelaku asli.

"Di Polda waktu itu saya dimintai keterangan saja dan diminta untuk mencocokan wajah dan suara serta dimintai beberapa keterangan-keterangan lain," kata dia.

Yazhid mengaku tak diintimidasi oleh pihak kepolisian dan diizinkan pulang pada 24 Mei 2019 seusai pemeriksaan. "Pulang besoknya. Pemeriksaan 1x24 jam," ujar dia.

Ustaz Rahmat Baequni Inginkan Forum Diskusi Kembali: Ada Fakta Yang Belum Saya Ungkapkan

Jelaskan Kontroversi Masjid Al Safar, Emil Sebut Ada Masjid Lain Yang Miliki Geometris Serupa

Polisi telah menangkap Muhammad Fahri, pria yang mengancam akan membunuh Presiden Joko Widodo. Ancaman itu disampaikan melalui video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana Marpaung menyatakan bahwa pihaknya sebelumnya salah tangkap orang. "Iya benar (Muhammad Fahri sudah ditangkap). Iya betul (yang diamankan sebelumnya salah tangkap)," kata dia kepada wartawan, Senin.

Pria yang mengancam Jokowi itu dipastikan sebagai Fahri, bukan Teuku Yazhid. Fahri ditangkap di Sulawesi Tengah pada 1 Juni 2019. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Teuku Yazhid yang Sempat Dikira Pria yang Ancam Bunuh Jokowi", https://megapolitan.kompas.com/read/2019/06/10/22502931/cerita-teuku-yazhid-yang-sempat-dikira-pria-yang-ancam-bunuh-jokowi.
Penulis : Ryana Aryadita Umasugi
Editor : Egidius Patnistik

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved