Breaking News:

Lalu Lintas Lancar, Wisata di Pangalengan dan Garut Selatan Bisa Jadi Tempat Rekomendasi Liburan

Jalan utama penghubung ke kawasan wisata Pangalengan di Kabupaten Bandung, yakni Jalan Raya Banjaran-Pangalengan

Tribun Jabar/Mega Nugraha
Kawasan lalu lintas di Cihideung, salah satu ruas jalan utama penghubung ?ke Pangalengan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

BANDUNG - Jalan utama penghubung ke kawasan wisata Pangalengan di Kabupaten Bandung, yakni Jalan Raya Banjaran-Pangalengan sejak Kamis (6/6) hingga siang Jumat (7/6) tidak sepadat jalur utama kawasan wisata Ciwidey ataupun Lembang.

Pantauan Tribun selama dua hari itu, kepadatan kendaraan menuju Pangalengan hanya tampak terlihat di kawasan pertigaan Cimaung‎-Gunung Puntang, SPBU Cikalong dan akses masuk ke PLTA Cikalong. Setelah melewati tiga titik itu, kondisi lalu lintas cenderung lancar hingga ke pusat kota Kecamatan Pangalengan.

Di Pangalengan, banyak tempat wisata populer. Seperti halnya perkebunan teh Malabar, Rumah Karl Boscha, pemandian air panas Cibolang yang berada di tengah perkebunan teh, Situ Cileunca, Hutan Pinus Rahong. Paling jauh, bisa juga mengakses tempat pengambilan gambar di film Pengabdi Setan dan Cukul sunrse, yang jaraknya dari Pangalengan sekitar 20 km.

Selama perjalanan menuju dua tempat itu, tersaji pemandangan bentang alam khas ketinggian disertai hamparan kebun teh. Di sepanjang jalan utama menuju Pangalengan, meski secara umum tidak ada kemacetan berkilo-kilo meter, lalu lintas didominasi kendaraan roda dua.

Umumnya, mereka hendak berwisata ke Pangalengan. Banyak juga diantara mereka yang hendak berwisata ke pantai selatan Garut seperti Pantai Rancabuaya dan sekitarnya, dengan mengakses Pangalengan-Bungbulang. ‎Waktu tempuh dari Pangalengan ke kawasan wisata pantai selatan Garut tidak lebih dari 5 jam.

"Mau ke Situ Cileunca bersama keluarga. Sejauh ini lancar, macetnya paling di Cimaung dan Cikalong. Setelah itu lancar," ujar Sobandi (38) warga Baleendah saat ditemui di SPBU Cikalong, Jumat (7/6).

Hal senada dikatakan Yayan (35) warga Banjaran. Kata dia, setiap momen Lebaran, jalan utama menuju Pangalengan tidak semacet jalan utama ke tempat wisata seperti Lembang ataupun Ciwidey.

Mulai Pukul 12.00 WIB, Penerapan One Way Arus Balik Diberlakukan

5 Makanan dan Minuman Pengganti Elektrolit Dehidrasi saat Mudik Lebaran

"Kalau ke Pangalengan relatif lancar, tidak seperti ke daerah wisata lain. Jadi liburannya ke Pangalengan saja," ujar Yayan yang saat ditemui di Cikalong, menggunakan roda empat‎ bersama keluarganya.

Ada juga warga yang hendak menempuh perjalanan wisata menuju pantai selatan Garut via Pangalengan. Mereka yang menuju kawasan Garut selatan kebanyakan menggunakan sepeda motor. Mereka menyebutnya touring. Salah satunya adalah Fajar (30).

"Banyakan kang, kami dari Bojongsoang, touring ke Rancabuaya pakai tujuh sepeda motor. Tujuannya mau ke Pantai Rancabuaya, nginap disana. Perjalanan ke Garut selatan ini menyenangkan dan fresh karena udara sejuk dan pemandangan alamnya mantap," ujar ‎Fajar saat ditemui di Situ Cileunca.

Untuk menuju Garut selatan, mereka melewati kawasan Situ Cileunca. Disana, mereka biasanya beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Sementara itu, di sepanjang jalan utama ke Pangalengan itu, banyak ditemui pos-pos polisi.

"Istirahat dulu disini makan-makan, menikmati pemandangan Situ Cileunca lalu lanjut lagi ke Garut selatan," ujar dia.

Selain wisata alam, Pangalengan juga memiliki wisata kuliner seperti Kopi Malabar, permen susu, keripik kentang, kue pie Pawitan hingga susu murni dari peternak. Sajian kuliner itu bisa ditemukan di banyak tempat di kota. (*)

Editor: Muhamad Nandri Prilatama
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved