Libur Lebaran 1440 H

Pedagang Musiman Menjamur, Para Pedagang Tetap di Jalur Pantura Hanya Bisa Gigit Jari

Sejumlah pedagang di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Indramayu keluhkan banyaknya para pedagang nakal.

Pedagang Musiman Menjamur, Para Pedagang Tetap di Jalur Pantura Hanya Bisa Gigit Jari
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Lapak pedagang makanan di Jalur Pantura Kabupaten Indramayu, tepatnya di wilayah Kecamatan Kertasemaya, Kamis (6/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sejumlah pedagang di sepanjang Jalur Pantura Kabupaten Indramayu keluhkan banyaknya para pedagang nakal.

Salah seorang pedagang pecel lele di ruas Jalur Pantura, Udin Saripudin (39) mengatakan, para pedagang nakal merusak pendapatan para pedagang tetap di Jalur Pantura.

Disebutkan dia, para pedagang nakal itu merupakan pedagang musiman yang hanya hadir saat arus mudik lebaran saja.

"Kemarin ada pelanggan dia bilang pak ini harganya berapa jangan sampai pas saya makan harganya tidak wajar" ujarnya saat ditemui Tribuncirebon.com di lapak jualannya, Kamis (6/6/2019).

Lebih lanjut dirinya mengaku, kejadian itu bukan satu atau dua kali terjadi.

Jalur Tengah Sumedang Padat, Kendaraan dari Cirebon Dialihkan ke Jalur Alternatif Subang

Bahkan banyak pelanggan setianya di setiap arus mudik menghilang dan tidak lagi mampir ke lapak jualan pecel lele miliknya.

Disebutkan Udin Saripudin, hal tersebut imbas maraknya pedagang nakal musiman yang merusak pendapatan para pedagang tetap seperti dirinya.

"Ya para pelanggan jadinya pada kabur, kapok makan di warungan pinggir jalan seperti ini," ucap dia.

Berdasarkan pengakuan pembeli, diceritakan Udin Saripudin, mereka dipatok harga untuk satu porsi nasi goreng dan satu gelas es teh manis, yakni sebesar Rp 55 ribu.

Lanjut dia, pedagang nakal itu berjualan di ruas Jalur Pantura Kabupaten Indramayu.

Cara Atasi Perut Kembung Karena Terlalu Banyak Makan Saat Lebaran, Konsumsi 4 Makanan Ini

"Kalau tempat pastinya dimana saya tidak tahu, tapi ada yang bilang didekat pom bensin," kata dia.

Menurutnya, harga yang dibandrol tersebut sangat tidak wajar untuk sekelas satu porsi nasi goreng pinggir jalan.

"Saya saja hanya menjual satu porsi pecel lele Rp 15 ribu kalau sama es teh manis jadi Rp 18 ribu," kata dia.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved