Lebaran 1440 H

Lestarikan Budaya Leluhur, Sambut Lebaran dengan Obrog-Obrog

Seni Reog Putra Dongkal menghibur masyarakat di Desa Sindangkerta, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/6/2019).

Lestarikan Budaya Leluhur, Sambut Lebaran dengan Obrog-Obrog
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
eni Reog Putra Dongkal Kabupaten Indramayu saat tampil di Desa Sindangkerta, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/6/2019) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Seni Reog Putra Dongkal menghibur masyarakat di Desa Sindangkerta, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Selasa (4/6/2019).

Mereka menyajikan hiburan berupa tarian lengkap dengan mengenakan kostum serta diiringi musik dari alat musik gendang.

Ketua Seni Reog Putra Dongkal, Dedi Eriyanto mengatakan, budaya seni reog atau Obrog-obrog ini perlu dilestarikan agar tidak punah.

"Sudah rutin setiap menjelang lebaran," ucap Dedi Eriyanto saat ditemui Tribuncirebon.com di sela-sela kegiatan Obrog-obrog.

Dijelaskan Dedi Eriyanto , Obrog-obrog tersebut sudah menjadi budaya turun ketemurun, bahkan sejak zaman kerajaan dahulu.

Masyarakat Desa Sindangkerta Dihibur dengan Penampilan Seni Reog Putra Dongkal

Bersama pemuda desa lainnya, dia berkomitmen terus melestarikan kesenian khas Kabupaten Indramayu tersebut.

"Ada yang bertugas menari itu 11 orang, ada yang bermain alat musik, dan lainnya. Kalau total personel ada 35 orang," ujar Dedi Eriyanto.

Dijelaskan dia, para penari menggunakan kostum yang menjadi kearifan lokal, seperti kostum Wayang Anoman, kostum Buto, kostum Tari Topeng Kelana, Topeng Samba, kostum Baladewa, dan lain-lain.

Kostum-kostum itu diakui dia dibuat sendiri menggunakan handmade.

"Contohnya topeng Buto ini dibuat dari busa," ucapnya.

Siang Ini, Jalur Pantura Terpantau Sepi, Sesekali Jalan Kosong

Diakui Dedi Eriyanto, rombongan akan berkeliling ke sekitaran desa. Nantinya ada yang bertugas meminta sumbangan berupa beras, tidak jarang pula ada masyarakat yang memberikan uang.

Dirinya memaparkan, masyarakat pun bisa memesan lagu yang hendak dibawakan. Namun, mayoritas masyarakat meminta lagu jenis tarlingan bahasa jawa.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved