Lebaran 1440 H

Laris Manis, Penjual Ketupat Raup Pendapatan Rp 900 Ribu Dalam Sehari

Ali menjual ketupat sejak kemarin, Senin (3/6/2019). Tak tanggung-tanggung, di hari pertama jualan, ia membawa uang sebesar Rp 900 ribu.

Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Penjual ketupat di Pasar Kadipaten, Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON, MAJALENGKA- Lebaran tinggal menghitung jam, masyarakat yang merayakannya pasti memburu makanan khas hari raya yaitu ketupat.

Ketupat menjadi makanan alternatif selain nasi. Disajikan dengan kuah opor dan sambal goreng, menu makanan ini wajib dicicipi ketika Lebaran.

Namun, tidak semua orang dapat membuat ketupat yang terbuat dari daun janur (daun pohon kelapa muda). Butuh keterampilan khusus untuk membuat ketupat yang dianyam menjadi bentuk persegi.

Momentum seperti ini dimanfaatkan sebagian besar orang yang untuk membuat ketupat.

Seperti halnya warga Cirebon yang menjual ketupat di depan Pasar Kadipaten, Ali (48).

Jemaah Majelis Taqorub Ilalloh Garut Rayakan Idul Fitri Hari Ini

Ali menjual ketupat sejak kemarin, Senin (3/6/2019). Tak tanggung-tanggung, di hari pertama jualan, ia membawa uang sebesar 900 ribu.

"Kemarin saya hitung-hitung, tembus angka 900 ribu," ujar Ali saat ditemui di Pasar Kadipaten, Selasa (4/6/2019).

Diakui Ali, ia membawa 2 karung besar dengan setiap karungnya berisi 1000 buah ketupat.

"Jualnya per ikat, 10 buah per ikat. Harga awal 15 ribu, tetapi kalau ada yang menawar 10 ribu tetap saya jual," ucap Ali.

Hari ini, menurut Ali ia sudah menjual setengah dari karung besar. Padahal menurutnya, waktu masih menunjukkan pukul 09.00 WIB.

"Laris manis, saya dari kemarin mulai jualan pukul 06.00 WIB. Pulang pergi dari Cirebon," kata Ali.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved