Pencuri Kuras 143 Unit Gawai di Toko Ponsel, Ternyata Pelaku Biasa Mencuri di Berbagai Provinsi

mereka biasa menjalankan aksinya itu sekitar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Seorang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) dihadirkan bersama kelompok begal saat ekspose kasus di Mapolres Indramayu, Jumat (31/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

INDRAMAYU -  Satuan Reserse dan Kriminal Polres Indramayu mengamankan satu orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) berinisial RNY (37).

Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Maulana Marzuki, mengatakan, pada tanggal 9 April 2019 di wilayah Kecamatan Haurgeulis telah terjadi curat pada sebuah kios ponsel.

"Korban dirugikan sebanyak 143 unit handphone dengan jumlah kerugian sekitar 200 juta lebih," ucapnya saat gelar perkara di Makopolres Indramayu Jalan Gatot Subroto Nomor 3, Desa Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jumat (31/5/2019).

Lebih lanjut disebutkan AKBP M Yoris Maulana Marzuki, pelaku ini merupakan jaringan pelaku Curat antar provinsi.

Yoris menceritakan, saat mendapat laporan Satuan Reserse Polres Indramayu langsung melakukan penyelidikan.

Gunakan Sepeda, Petugas Pantau Keamanan Rest Area KM 207 Tol Palikanci Cirebon

Mau Coba Jalur Alternatif Tol Cisumdawu? Ini Aturannya, Jangan Sampai Dilanggar

Disebutkan Kapolres, pelaku ditangkap di daerah Bekasi, Jawa Barat.

Setelah dilakukan pengembangan oleh petugas, pelaku tersebut mengaku berkomplot dengan pelaku Curat lainnya.

"Mereka ada sebanyak 6 orang yang berasal dari Sidoarjo, Surabaya, Malang dan Gresik," ujar dia.

Melintas ke Cadas Pangeran? Jangan Lupa Beli Ubi Cilembu

Belasan Ribu Napi di Jabar Diusulkan Dapat Remisi, Ada yang Langsung Bebas

AKBP M Yoris Maulana Marzuki menduga, mereka biasa menjalankan aksinya itu sekitar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Meski demikian, diakui Kapolres, pihaknya baru dapat mengamankan satu orang pelaku sedangkan lima pelaku lainnya masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Adapun inisial pelaku yang masih DPO adalah SS, BLN, JP, CBLK, dan CTL.

Dari tangan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua unit gadget, dua buah linggis, lima buah kunci gembok rusak, dua buah alat pemotong gembok, dan lain-lain.

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 ayat (2) KUHP dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved