Kelompok Begal Ancam Korban Pakai Pistol dan Pedang, Akhirnya Dibekuk Polres Indramayu

Pada saat mengendarai sepeda motornya seorang diri, korban didempet oleh para pelaku yang mengendarai 3 unit sepeda motor

TribunCirebon.com/Handhika Rahman
Kapolres Indramayu AKBP M Yoris Maulana Marzuki menunjukkan barang bukti saat gelar perkara pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal di Mapolres Indramayu, Jumat (31/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

INDRAMAYU - Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu berhasil meringkus pelaku kasus perkara curas atau begal yang selama ini meresahkan masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris Maulana Marzuki mengatakan, pihaknya telah menangkap sebanyak empat orang pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal pada 14 Mei 2019 lalu.

Menurut Kapolres, para pelaku berinisial, END, KKL, YYP, dan SNJ. Mereka ditangkap di tempat yang berbeda, salah satunya di Jalan Bencirong, Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

"Sebelumnya pada tanggal 14 Mei 2019 juga di wilayah Kandanghaur telah terjadi kasus pencurian dan kekerasan dengan korban bernama Bapak Dedi," ujar Yoris Maulana Marzuki saat gelar perkara di Polres Indramayu, Jumat (31/5/2019).

Kapolres mengungkapkan kronologi kejadia. Pada saat mengendarai sepeda motornya seorang diri, korban didempet oleh para pelaku yang mengendarai 3 unit sepeda motor di wilayah Kecamatan Kandanghaur.

Korban didempet dari depan dan belakang. Lanjut Yoris Maulana Marzuki, salah satu pelaku langsung mencabut kunci kontak sepeda motor yang dikendarai korban, hingga motor korban berhenti.

Tiga pelaku lainnya mengancam korban dengan cara menodongkan senjata tajam jenis parang dan juga menodongkan sebuah pistol.

Lalu lanjut Maulana Marzuki, ada juga yang menendang korban dari belakang.

"Setelah itu para pelaku langsung menganiaya korban dan mengambil kendaraan milik korban," ujar dia.

Dalam kasus tersebut, Polres Indramayu mengamankan sejumlah barang bukti berupa 12 unit sepeda motor, senjata api jenis FN berikut dua butir peluru, serta tiga bilah pedang atau golok.

"Golok inilah yang digunakan para pelaku untuk melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan," ujar dia.

Atas perbuatannya, pelaku melanggar pasal 365 KUHP dengan pidana penjara paling lama yaitu 12 tahun. (*)

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved