Breaking News:

Harga Tiket Rp 21 Juta, Menhub Akan Tegur Garuda Indonesia dan Traveloka

Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi, mengatakan akan menegur manajemen Garuda Indonesia dan platform penyedia tiket online, Traveloka.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Kompas.com/JIMMY RAMADHAN AZHARI
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (26/5/2019) 

TRIBUNCIREBON.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan ( Menhub) Budi Karya Sumadi, mengatakan akan menegur manajemen Garuda Indonesia dan platform penyedia tiket online, Traveloka terkait harga tiket yang beredar luas sebesar Rp 21,9 juta.

Ini merupakan harga tiket Garuda Indonesia kelas bisnis rute Bandung-Medan.

"Saya akan menegur yang menjadi stakeholder dari maskapai, dalam hal ini Garuda Indonesia. Karena ini menyesatkan informasinya, Bandung - Kualanamu 21 juta," kata Budi Karya Sumadi kepada awak media di Posko Nasional Terpadu Angkutan Lebaran di Gedung Kemenhub, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Budi Karya Sumadi menilai, meskipun harga tiket tersebut bukan sekali penerbangan akkan tetapi tarif yang dikenakan kurang bijak karena terlalu mahal. Apalagi, transit yang ditentukan terbilang aneh destinasinya.

" Tiket transit yang tidak masuk di akal, bikin tiket dari Bandung ke Bali. Dari Bali-Jakarta, Jakarta ke Kualanamu. Kalau eggak dari Jakarta ke Hongkong baru ke Kualanamu bisa begitu," 

"Jadi, saya minta warga untuk menegur Traveloka yang memberikan infromasi yang menyesatkan," katanya.

Kisah Yanda Safari, Pemudik Asal Purwakarta Imbau Tidak Perlu Bawa Mantan dan Kenangan Saat Mudik

Dia menambahkan, selama ini pihaknya terus berkomitmen memberikan layanan informasi transportasi publik dengan baik kepada publik, termasuk soal harga tiket pesawat.

Kerena itu, Budi Karya Sumadi mengimbau jika ada pihak-pihak yang berusaha menyesatkan harus ditegur. 

 "Apalagi mendapatkan keuntungan dari ketidakjelasan informasi, itu harus ditegur. Oleh karena itu, saya minta Garuda Indonesia untuk menegur dan saya sudah menyampaikan ke media melalui Garuda Indonesia untuk menyampaikan itu," katanya.

Selain itu, Menhub tidak setuju dan menoleransi Garuda Indonesia dan Traveloka memberlakuka harga tiket itu karena alasan penerapan Tarif Batas Atas (TBA) maskapai penerbangan beberapa waktu lalu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved