Seorang Dokter Spesialis di RSHS Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Ini Tanggapan Dirut RSHS

Seorang dokter spesialis disalah satu Rumah Sakit Kota Bandung berinisial DS ditetapkan tersangka kasus ujaran kebencian

Tribun Jabar/Syarif Pullof Anwar
Direktur Utama RSHS, Nina Susana Dewi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seorang dokter spesialis disalah satu Rumah Sakit Kota Bandung berinisial DS ditetapkan tersangka kasus ujaran kebencian di Facebook miliknya terkait kerusuhan di Aksi 22 Mei di Jakarta.

Mensinyalir bahwa DS merupakan Dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Utama RSHS, Nina Susana Dewi bahwa DS merupakan staf dokter di RSHS Bandung.

Adanya penangkapan salah satu staf dokternya yang ditangkap pihak kepolisian, Nina merasa prihatin atas kejadian tersebut.

Nina mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan akan mengkonfirmasi kepada Polda Jawa Barat dalam masalah status penahanan yang bersangkutan (DS).

"Kami juga nanti akan mengkonfirmasi kepada Polda Jabar dalam masalah status penahanan yang bersangkutan karena hal ini terkait dengan pelayanan yang harus diberikan juga aturan kepegawaian yang ada yang sebagai rumah sakit pemerintah," Ujar Nina kepada awak media dalam jumpa pers, di RHSH Bandung, Rabu (29/5/2019).

Bobotoh Cantik Ini Minta THR Berupa Kemenangan Persib

Nina mengatakan, bahwa DS merupakan dokter spesial obgyn atau dokter kandungan yang sudah bekerja selama 20 tahun di RSHS Bandung.

Terkait kinerja, menurut Nina, DS sangat baik dalam hal pelayanan terhadap pasien maupun dalam aturan-aturan kepegawaian.

"adapun mengenai yang bersangkutan kami melihat bahwa selama ini kinerjanya baik, baik dalam pelayanan terhadap pasien maupun dalam aturan-aturan kepegawaian. tidak pernah ada masalah sampai saat ini," Ujarnya.

Sementara itu, terkait sanksi pihaknya pun akan menunggu setelah ada hasil keputusan proses hukum.

"Sampai saat ini tentu kami sangat menghargai dan menghormati proses hukum yang berlaku saat ini kami terus memantau kelanjutannya dan proses yang menghukum yang berlaku. Kami hargai apabila memang nanti dilakukan sesudah terjadi keputusan sesuatu dan itu tentu ada kaitannya dengan status kepegawaian tapi saat ini kami terus memantau," Ujarnya.

Seorang Dokter Kandungan, Bergelar Doktor, Dosen Pula, Sebar Berita Hoaks, Ya Ditangkap Polisi

Terkait penangkapan Nina mengaku pertama mengetahui salah satu staf dokternya di tangkap polisi melalui media sosial. Lalu pihaknya langsung mengkonfirmasi kepada teman seprofesinya untuk kebenaran tersebut.

Lanjutnya, Nina melalui stafnya langsung berkomunikasi ke Polda Jabar untuk secara resmi meminta konfirmasi status penahanan kepada DS.

"Ada dari staf kami yang kesana ke komunikasi dan kita juga tadi saya menyatakan bahwa kami akan secara resmi meminta konfirmasi kepada polda untuk melihat status penahanannya dalam rangka urusannya dengan aturan kepegawaian dan pelayanan yang diberikan," Ujarnya.

Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved