Breaking News:

Persiapan Mudik Lebaran 2019

Hati-hati! Sebagian Ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg Masih Berpasir

ebagian ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, masih tertutupi material tanah yang berasal dari sejumlah lokasi galian C

Hati-hati! Sebagian Ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg Masih Berpasir
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
sebagian ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, masih tertutupi material tanah

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang arus mudik lebaran 2019, sebagian ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, masih tertutupi material tanah yang berasal dari sejumlah lokasi galian C di sekitar jalan tersebut.

Di ruas Jalan Raya Lingkar Nagreg, ceceran material tanah yang mengering dari lokasi galian C, menutupi hampir sebagian lebaran badan jalan dan beberapa pengendara pun terlihat berkendara menghindari hambatan tersebut.

Pada siang hari, material tanah itu pun berterbangan dan menganggu pandangan pengendara yang melintas, hal tersebut sangat menganggu, terutama bagi pengendara roda dua.

Namun saat diguyur hujan, ceceran dari galian C itu berubah menjadi licin, sehingga membahayakan keselamatan para pengendara.

Hal tersebut diperparah kondisi Jalan Raya Lingkar Nagreg yang memiliki banyak kelokan dan menurun.

4000 Personel Disiapkan Untuk Pengamanan Mudik Lebaran 2019 di Kabupaten Indramayu

Agus Suryadi (45), pengendara roda dua asal Kampung Kiaradodot, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, mengatakan, Jalan Raya Lingkar Nagreg terkenal memiliki banyak tikungan dan pengendara yang melintas selalu dalam kecepatan tinggi.

"Dari masuk jalan Lingkar Nagreg selalu lumayan kebut. Tapi pas liat ada tanah galian langsung pelan-pelan, kaget juga," kata Agus di Jalan Raya Lingkar Nagreg, Selasa (28/5/2019).

Pantauan Tribun Jabar, keluar masuknya kendaraan besar pengangkut material galian pasir dianggap sama membahayakannya, lantaran sopir-sopir tersebut kerap beroperasi diwaktu sibuk, yakni pagi hingga sore hari.

Meskipun ada rambu-rambu peringatan, kata Agus, masih dianggap membahayakan pengendara selama kendaraan besar tersebut masih beroperasi pada saat warga lainnya beraktivitas.

"Kalau bisa jalannya jangan ke Lingkar Nagreg, ke jalan lain saja. Membahayakan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved