Dibawa ke Polda Jabar, Warga Cirebon Penyebar Berita Hoaks Ini Minta Maaf dan Mengakui Perbuatannya

Ia mengakui bahwa dirinya bukan seorang saksi dari pasangan calon Presiden ataupun partai politik

Tribun Jabar/Daniel Damanik
Tersangka RGS (tengah) meminta maaf kepada masyarakat atas perbuatannya membuat video berita hoaks di Mapolda Jabar, Rabu (15/5/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNCIREBON,COM, BANDUNG - Rahmat Saeful Anwar (45) atau RGS meminta maaf atas video yang telah viral di Facebook dan Youtube yang berisikan penilaian salahnya terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Pertama-tama saya memohon maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat Indonesia, karena video tersebut, banyak masyarakat dirugikan, semua tanpa terkecuali. Itu barangkali karena ketidaktahuan saya, dan ketidakmengertian saya," kata RGS di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Rabu (15/5/2019).

RGS mengaku bahwa dirinya tidak mengerti tentang rapat tertutup dan terbuka rapat rekapitulasi perhitungan C1. Ia tiba di GOR Pamijahan, Kabupaten Cirebon sekira pukul 10.30 WIB tanggal 20 April 2019, dengan alasan untuk melihat langsung proses perhitungan suara tingkat Kecamatan.

Ustaz Penyebar Ujaran Kebencian Adu Domba TNI Polri Kenakan Baju Tahanan Polda Jabar

Ia mengakui bahwa dirinya bukan seorang saksi dari pasangan calon Presiden ataupun partai politik dan dirinya tidak menerima mandat. RGS hanya membandingkan lokasi tempat perhitungan suara di Kecamatan yang lain, dilakukan di lapangan terbuka, sementara di Kecamatan Plumbon dilakukan di GOR.

"Saya sempat bertanya kepada Pak Rahmat, mengapa dilakukan di dalam ruangan, dan beliau beralasan terkait cuaca, setelah itu saya bikin video saya di depan GOR dan saya kirim ke Rahmat," katanya.

Pria di Video Viral yang Adu Domba TNI-Polri Pekerjaannya Guru Pesantren, Ini Ancaman Hukumannya

Pria asal Cirebon tersebut juga mengakui secara terus terang bahwa dia merupakan simpatisan capres RI nomor 02.

Viralnya video tersebut, juga membuat RGS terkejut, karena awalnya dia hanya membagikan video tersebut di komunitasnya. Namun, tak lama setelah itu, video tersebut viral di Facebook dan Youtube.

"Saya sekali lagi memohon maaf, ini kesalahan terakhir kalinya, jangan membuat perbuatan yang tidak diketahui agar tidak terjadi tersangka baru. Patuh hukum, jadikan saya sebagai contoh, jangan kalian mengunggah ujaran kebencian. Kita satu bangsa, satu bahasa," katanya.

Ternyata Penyebar Video Ujaran Kebencian di Cirebon Itu Seorang Ustaz, Sudah Jadi Tersangka

Akibat perbuatannya, RGS melanggar pasal 45a ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 tentang perubahan terhadap UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan atau pasal 14 ayat (1) dan pasal 15 UU No 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.

"Hukuman penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp 2 miliar," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Rabu (15/5/2019). (*)

 RGS (45) memberikan pengakuan di hadapan awak media terkait penyebaran informasi hoaks dan ujaran kebencian, di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Rabu (15/5/2019).

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved