Kondisi Gedung Asrama Haji Kabupaten Cirebon Memprihatinkan, Rencana Revitalisasi Tak Ada Kabar

Yang perlu direvitalisasi, di antaranya aula, kamar mandi, penataan halaman, dan penambahan kanopi.

TribunCirebon.com/Siti Masithoh
Gedung Asrama Haji di Jalan Fatahillah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber milik Pemkab Cirebon tampak tak terawat, Rabu (8/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunCirebon.com, Siti Masithoh

CIREBON - Gedung Asrama Haji di Jalan Fatahillah, Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber milik Pemkab Cirebon tampak tak terawat.

Seperti diketahui, gedung tersebut masih dipakai setiap tahunnya untuk transit calon jamaah haji.

Kepala Sub Bagian Sosial Agama Kesra Setda Kabupaten Cirebon, Idat M Nasih, mengatakan, semestinya gedung tersebut sudah dilakukan revitalisasi.

Pasalnya, menurut Idat, gedung itu juga masih rutin dipakai untuk transit calon jemaah haji.

Yang perlu direvitalisasi, lanjut kata dia, di antaranya aula, kamar mandi, penataan halaman, dan penambahan kanopi.

"Kalau dirinci sepertinya semua bangunan perlu direvitalisasi, karena kondisi bangunan asrama haji memang sangat memprihatinkan," katanya saat ditemui di Sumber,

Cirebon, Rabu (8/5/2019).

Ini Ternyata Alasan Salat Tarawih di Ponpes Al Quraniyah Krangkeng Indramayu Dilakukan Cepat 

Super Kilat, Satu Rakaat Salat Tarawih di Padepokan Antigalau Cirebon Cuma 20 Detik

Selain digunakan untuk transit calon jemaah haji, gedung tersebut juga terkadang dipakai untuk beberapa kegiatan pemerintahan maupun swasta.

"Tiap tahun kita gunakan gedung itu untuk pelatihan, manasik haji, dan pelepasan calon jamaah haji. Tapi saat ini kondisinya memang sudah memprihatinkan," terangnya.

Di Ponpes Ini Juga, Salat Tarawih 23 Rakaat Cuma 7 Menit

Dia mengaku, pihaknya pernah mengajukan revitalisasi untuk gedung asrama haji pada tahun 2016 melalui nota dinas bupati.

"Revitalisasi itu rencananya dikerjakan oleh DCKTR, yang kini berubah nama menjadi Dinas Pemukiman Kawasan Perumahan dan Pertanahan (DPKPP). Tapi sampai akhir

tahun 2017 tidak ada kabar," tambah Idat.

Pada tahun 2018, pihaknya tak lagi mengajukan revitalisasi. Sebab, kata Idat, mengajukan nota dinas tersebut cukup satu kali.

Namun, ia berharap revitalisasi akan segera dilakukan. Mengingat gedung tersebut salah satu aset Pemda. (*)

Penulis: Sitimasithoh
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved